kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • LQ45958,38   4,52   0.47%
  • SUN97,12 0,58%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Mengembalikan fokus Indosat ke bisnis inti

Oleh Joy Wahjudi
Mengembalikan fokus Indosat ke bisnis inti

Langkah awal Joy Wahjudi sebagai nakhoda baru PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) melakukan pemangkasan lini usaha non-bisnis inti.

Kepada jurnalis Tabloid KONTAN Adinda Ade Mustami, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo ini membeberkan dua fokus utama yang akan ia lakukan sepanjang tahun ini untuk mengembalikan kejayaan Indosat.

Lebih dari 20 tahun saya berkarier di industri telekomunikasi. Sejak pertama kali bekerja selepas kuliah, hanya dua tahun saya berada di industri non-telekomunikasi.

Dengan latar belakang pendidikan di keuangan, pertama kali saya masuk ke Indosat Ooredoo menjabat sebagai Director and Chief of Sales and Distribution pada 2014. Sekarang, saya dipercaya untuk memimpin Indosat Ooredoo.

Dari sisi internal, saya ingin lebih membangun mindset yang proaktif terhadap kinerja. Saya ingin mengubah mindset dari yang ada, “Saya bekerja baik-baik sampai saya pensiun 30 tahun kemudian,” menjadi, “Apa yang bisa saya hasilkan untuk perusahaan?”.

Tentunya untuk mencapai itu, lingkungan dan budaya harus kami ubah. Apakah misalnya, dengan setiap achievement seseorang, semua orang harus tahu? What do we do good?

Saya sudah memulai budaya ini sewaktu di bagian commercial. Saya memberikan penghargaan atas pencapaian seseorang.

Karena jika berbicara efisiensi, itu tidak hanya datang dari saya sendiri, tapi dari semua. Seringkali ide-ide yang bagus datangnya dari bawah.

Dari sisi eksternal, saya memangkas lini usaha yang bukan menjadi bisnis inti Indosat Ooredoo. Saya ingin kembali ke core business. Makanya, tahun ini kami hanya fokus ke satu atau dua hal saja, supaya tidak lari ke mana-mana.

Fokus pertama kami, mengembangkan jaringan long term evolution (LTE) di luar Pulau Jawa. Saya melihat kesempatannya ada di situ karena ke depannya semakin banyak orang yang menggunakan data.

Strategi kami memang beda. Kami tidak mau masuk ke semua provinsi. Kami ingin LTE di daerah yang kami garap menjadi LTE yang terbaik secara cakupan dan kapasitas.

Tahun ini kami fokus pengembangan empat jaringan LTE di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Dari empat pengembangan itu, sudah ada satu yang mulai kami kembangkan dan akan di-launching dalam waktu dekat, di Sumatra. Mudah-mudahan sebelum Juni 2018, kami selesaikan semua.

Pangsa pasar Indosat di Sumatra kecil. Memang agak susah membuat pangsa pasar, karena semua operator tidak pernah mengeluarkan data pangsa pasar per kota, per provinsi atau per pulau.

Saya memberi target persis untuk pangsa pasar di luar Pulau Jawa. Tapi kalau dari investasi yang kami bangun, harusnya break event point-nya bisa tercapai dua tahun.

Saya melihat dengan investasi yang ada, kenaikan pendapatan dalam waktu tiga hingga enam bulan ke depan harusnya cukup tinggi.

Total belanja modal kami tahun ini sekitar Rp 6 triliun sampai Rp 7 triliun, hampir semuanya digunakan untuk pengembangan jaringan LTE.

Sekitar 80% dari total belanja modal larinya ke infrastruktur yang pasti berkaitan dengan LTE.

Kompetisi industri telekomunikasi saat ini lebih menarik. Kalau dulu, kompetisinya lebih susah karena Telkomsel memiliki komunitas yang besar dan secara natural terproteksi.


Close [X]