kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.870
  • LQ45928,00   -15,43   -1.64%
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Mengoptimalkan kapasitas buat UKM

Oleh Randi Anto
Mengoptimalkan kapasitas buat UKM

Amanat utama ketika ditunjuk sebagai pemimpin perusahaan ini lebih kepada mengubah pola bisnis Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Menurut saya, pola bisnis lama tidak cocok untuk keberlangsungan Jamkrindo. Kami harus cari bisnis non konvensional.

Pemerintah membentuk Jamkrindo untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Koperasi.

Beberapa tahun lalu, pola bisnis di Jamkrindo mengikuti program pemerintah dengan mengatur porsi kredit usaha rakyat (KUR) sangat besar.

Padahal, kapasitas Jamkrindo terlalu besar kalau hanya berfokus pada penjaminan KUR.

Saya mencoba memanfaatkan kapasitas Jamkrindo yang besar itu untuk bisa melakukan pengembangan ke bisnis non program. Jamkrindo punya dua produk, yakni program dan non program.

Sekarang ini porsi program sekitar 40%–43%. Produk program ini termasuk di dalamnya ada penjaminan KUR, Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan sistem resi gudang.

Sedangkan produk penjaminan non program sekarang berkontribusi lebih besar sekitar 57%–60%.

Produk nonprogram ini bisa masuk ke bank komersial dan lembaga keuangan nonbank, maupun multifinance. Jenis penjaminan di non program juga lebih banyak ketimbang program.

Di antaranya ada penjaminan kredit atau pembiayaan umum, pembiayaan mikro, pembiayaan konstruksi dan pengadaan barang dan jasa, pembiayaan multiguna, penjaminan distribusi barang dan masih banyak lagi.

Saat bergabung dengan Jamkrindo, yakni November 2017, saya lebih fokus melakukan diskusi grup. Saya punya moto change and growth.

Growth atau pertumbuhannya dari bisnis-bisnis non konvensional tersebut. Change atau perubahan kami lakukan dari sisi operasional, pola pikir, dan perilaku dari sumber daya manusia.