kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Menjadi jembatan karyawan

Oleh Joy Wahyudi
Menjadi jembatan karyawan

Industri telekomunikasi sudah tidak asing lagi bagi saya. Bahkan, sejak awal meniti karier, saya memutuskan untuk bertahan di industri ini, meski latarbelakang pendidikan saya adalah dunia finance.

Tapi saya merasa industri telekomunikasi memberi banyak pelajaran, termasuk soal finance planning dan finance modeling.

Meski begitu setiap bidang perusahaan pasti ada budaya positif dan negatif. Termasuk di telekomunikasi.

Di Indosat sendiri, saya sangat menghargai budaya kekeluargaan. Kekeluargaan antar karyawan di sini sangat kental. Namun, tetap harus ada perbaikan internal di bagian lain.

Dengan posisi yang dipercayakan kepada saya sekarang, saya ingin membangun pola pikir karyawan untuk lebih proaktif terhadap kinerja. Itu salah satu upaya saya membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indosat.

Saya ingin, semua karyawan Indosat fokus pada commercial dan customer. Jika dilihat dari orientasi kinerja, tiap karyawan harus memiliki sesuatu yang dihasilkan.

Saya ingin setiap karyawan punya satu motivasi yang bisa memberikan hal yang terbaik bagi perusahaan dan tidak sekadar kerja.

Selain itu, saya juga ingin meningkatkan value kerja terbaik bagi para stakeholder Indosat. Caranya dengan membangun kultur yang bisa mendorong setiap karyawan berorientasi pada pertumbuhan perusahaan.

Sehingga, setiap karyawan Indosat bekerja untuk menghasilkan sebuah inovasi maupun pencapaian positif.

Jadi saya ingin karyawan Indosat mempunyai nilai yang mengarah pada performace. I’m here to do this!

Bukan hanya saya kerja di sini baik-baik saja, sampai 30 tahun ke depan, saya pensiun dan sudah selesai begitu saja. Bukan itu poin terpenting dari manusia bekerja.

Untuk mencapai harapan saya tersebut, saya mulai mendorong sedikit perubahan terhadap lingkungan kerja di Indosat. Misal, mengapresiasi karyawan yang berusaha memberikan pencapaian terbaik lewat insentif.

Menurut saya, setiap pencapaian harus dihargai lewat penghargaan ataupun lewat insentif. Dengan demikian, karyawan merasa dihargai dan makin bersemangat untuk memberikan pencapaian terbaik bagi perusahaan.

Mulai menjabat, saya juga ingin mengurangi budaya "saya datang atau enggak datang sama sajalah". Saya mulai membiasakan ke seluruh karyawan tentang arti pentingnya penghargaan.

Dengan mengubah budaya secara perlahan, harapannya, bisa meningkatkan performa Indosat semakin cepat. Stimulus yang diberikan ke karyawan mampu memunculkan ide inovatif bagi perusahaan.

Sebab, ide inovatif banyak datang dari bawah. Tak hanya dari jajaran top manajemen.

Sebagai atasan, saya juga berusaha menjembatani gap generasi yang terjadi pada karyawan. Maksudnya, di Indosat ini ada karyawan yang sudah puluhan tahun bekerja. Ada pula karyawan yang baru masuk kebanyakan berasal dari generasi milenial.

Karakter antar generasi ini kerap menjadi persoalan tersendiri bagi perusahaan jika tidak bisa ditangani. Dua generasi yang berbeda ini harus disatukan visi dan misinya dengan budaya baru.

Karyawan dari generasi milenial biasanya tidak mau diberi banyak aturan, kalau banyak aturan pasti bakal pindah. Sedangkan yang generasi lama, seperti saya ini, adaptasinya terhadap budaya baru juga lama. Saya percaya every people can change, hanya journey saja yang berbeda tiap orang.

Nah, tugas perusahaan, khususnya saya sebagai atasan adalah menjembatani jurang tersebut. 


Close [X]