kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.870
  • LQ45928,00   -15,43   -1.64%
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Pelaku kesehatan masih Terkotak-kotak

Oleh Andreas Setiawan Santoso
Pelaku kesehatan masih Terkotak-kotak

Kanal digital jadi elemen yang wajib digarap bagi semua sektor bisnis, termasuk pebisnis kesehatan.

Raksasa bidang kesehatan, PT Kalbe Farma juga memfokuskan salah satu anak usaha yaitu Karsa Lintas Buwana (KLB) menggarap sektor digital ini.

Presiden Direktur PT Karsa Lintas Buwana, Andreas Setiawan Santoso membeberkan rencana bisnisnya Kepada Jurnalis KONTAN, Francisca Bertha.

Sebelum menjabat posisi ini saya sebenarnya sudah lama kerja di Kalbe Farma dari 2010. Awalnya saya di bagian Nutrition for Life. Itu semacam divisi yang menangani layanan digital Kalbe Farma.

Ketika di Nutrition for Life kami membuat layanan yang membantu konsumen agar bisa menjangkau layanan Kalbe, di antaranya customer service.

Konsumen bisa menghubungi kami untuk bertanya-tanya atau mengajukan komplain. Layanan itu bisa lebih mendekatkan konsumen dengan kami. Lalu kami buka layanan pesan antar ke konsumen, lewat telepon.

Mengingat dampak layanan digital ini baik, pada 2012, Kalbe sepakat menjadikan anak usaha ini sebagai perseroan terbatas (PT). Kalau tidak PT sendiri, maka anak usaha ini akan menjadi seperti call center saja.

Kemudian pada 2016, saya ditunjuk jadi chief executive officer.

Saya melihat, perusahaan sebesar Kalbe harus memiliki kekuatan konvensional bisnis. Apalagi di era transformatif seperti ini, mereka butuh darah segar.

Salah satunya dengan memasukkan orang muda yang bisa membawa bisnisnya semakin maju lewat digital.

Di awal kepemimpinan, jelas saya membuat road map karena kami tahu betul mengapa bikin PT, jadi perlu pengembangan unit usaha untuk jangka panjang. Dengan begitu jajaran direksi bisa melihat seperti apa masa depan bisnis ini.

Sebelum saya menjabat, KLB sudah meluncurkan layanan penjualan online lewat Kalbe Store di 2012. Saat itu, KLB jadi perusahaan pertama yang membuat layanan seperti ini.

Kami mempertahankan pelanggan dengan loyalty program. Jadi kami membuat model keanggotaan. Jumlah member kami sekarang sudah sekitar 1,7 juta. Targetnya tahun ini bisa mencapai 2 juta member.

Lalu, KLB mengembangkan Kalcare. Ini sebenarnya lanjutan Nutrition for Life. Kalcare ini bersifat fisik. Jadi bisa bertemu, konsultasi dan beli produk.