kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.595
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS610.041 0,33%
EXECUTIVE / KOPI PAGI

Pemimpin harus solving problem

oleh Maryono - Direktur Utama PT Bank Mutiara Tbk

Selasa, 01 Mei 2012 / 09:18 WIB

Pemimpin harus solving problem



Boleh dibilang, pengalaman menjadi guru terbaik bagi saya memimpin. Sepanjang perjalanan karier, saya langsung bisa berpraktik, berhadapan langsung dengan fakta. Ini pula yang menempa saya menjadi pemimpin.  

Selama berkarier, saya ini ibarat orang bekerja di bengkel. Saya harus terus membongkar dan memperbaiki sampai berhasil. Di Bapindo, saya harus berhadapan dengan kasus kredit macet. Kami harus menurunkan non-performing loan (NPL) yang gede dari kasus Golden Key Group milik Edy Tanzil.

Di Bank Mandiri, saya juga terlibat dalam penyatuan atau merger bank-bank yang punya arah kebijakan berbeda. Tak mudah, namun kami berhasil melewatinya dengan baik. Saat di Bank Mandiri, saya juga sempat ditempatkan di  Bank Mandiri cabang Aceh. Saat semua komunikasi terputus akibat bencana tsunami, kami berhasil menjadi bank pertama yang berhasil beroperasi di Aceh.  

Jadi, persis seperti bekerja di bengkel. Artinya, saya harus membongkar, memperbaiki, sampai berhasil mendapatkan hasil yang terbaik.

Pengalaman membongkar, memperbaiki, inilah yang  membuat saya punya role model dalam kepemimpinan yang saya yakini bisa dijalankan. Yakni, menjadi pemimpin yang solutif, bukan asal terima hasil dari anak buah. Bukan pemimpin yang not action talk only.

Artinya, saya harus selalu memberikan contoh. Contoh ini penting karena anak buah itu akan mengikuti pemimpin karena ada hasil  yang telah dilakukan pemimpin untuk  perusahaan. Hasil karya pemimpin yang baik akan mendapat apresiasi anak buah. Jika mereka suka, apa saja yang pemimpin lakukan pasti akan diikuti anak buah.
Bagi saya ini penting karena contoh ini akan memberi landasan kokoh bagi kami semua untuk meraih hasil optimal dari apa yang kami rencanakan.

Bukan cuma contoh saja.  Saya juga  harus menularkan semangat kerja bahwa apa yang kami kerjakan akan membawa hasil baik. Semangat ini harus terpancar terus, tak boleh padam demi menjaga konsistensi kerja seluruh di Bank Mutiara.

Saya tidak bisa membayangkan bila siapa pun yang memimpin Mutiara tidak memiliki semangat bekerja keras. Apalagi bank ini kena banyak hantaman baik dari dalam hingga dari luar. Hampir semua karyawan down. Semangat kerja mereka pupus. Kami harus mendongkrak semangat ini, meyakinkan bahwa apa yang kita kerjakan kelak membawa hasil.

Tugas ini tak mudah. Saya  harus menciptakan sistem dan program kerja yang mampu menumbuhkan semangat bagi semuanya. Untuk itu, kami harus terus melakukan monitoring agar kami cepat melakukan perbaikan bila ada implementasi yang salah atau tak sesuai dengan tujuan bersama.

Artinya, pengalaman kerja saja tidak cukup untuk bisa menjadi pemimpin sebuah perusahaan. Saya harus memadukan dengan teori, pengetahuan dan kemudian memodifikasikan sesuai kultur perusahaan.

Pengalaman juga mengajarkan bahwa dalam bekerja, kita pun harus bersemangat, kerja keras, ikhlas, serta berpikir cerdas. Makanya, saya selalu bilang ke semua teman-teman di Bank Mutiara bahwa memperbaiki hal yang sudah baik itu adalah hal biasa. Namun, bila kita mampu  memperbaiki sesuatu yang remuk, buruk, menjadi sangat baik, itu hal luar biasa. Selain prestasi ini dilihat orang, kita juga mendapatkan kepuasan. 

Persis seperti bekerja di bengkel, pemimpin harus menjadi solving problem

Reporter: Maryono
Editor: aricatur

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0093 || diagnostic_api_kanan = 0.0606 || diagnostic_web = 0.4355

Close [X]
×