kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.870
  • LQ45928,00   -15,43   -1.64%
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Punya tekad, mau kerja keras dan jaga trust

Oleh Soesilo Soebarjo
Punya tekad, mau kerja keras dan jaga trust

Saya membangun Panca Mitra Multiperdana di tahun 2004. Saat itu, usia saya tak lagi muda, sudah 51 tahun. Saya benar-benar memulai usaha dari nol. Pengalaman bekerja di perusahaan poultry besar menjadi bekal saya memulai usaha.

Saat Panca Mitra berdiri, saya berpatner dengan investor Singapura. Hanya kongsi ini tak berlangsung lama hingga kemudian saya memilih jalan sendiri dengan mengakuisisi seluruh saham investor Singapura itu.

Beruntung saya dibantu teman-teman dari perusahaan tempat saya dulu bekerja, mau bergabung di Panca Mitra.

Hal penting yang saya yakini dalam menjalankan usaha adalah: pertama, harus memiliki tekad kuat dan mau bekerja keras.

Awal perkenalan saya dengan udang, pasca lulus dari Universitas Gajah Mada. Yakni saat saya kerja di bisnis pelabuhan.

Dari sinilah, saya berkenalan dengan udang. Seorang saudagar di Makassar. Pak Haji saya menyebutnya mengajari saya seluk beluk tentang udang.

Dari situlah, keinginan saya berbisnis udang terpupuk. Saya menjadi tahu bagaiman budidaya udang, sampai pasarnya seperti apa.

Dari situlah, saya dibajak PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk untuk menangani bisnis udang. Hanya, saat krisis 1997/1998, saya memilih keluar dan memutuskan membangun usaha sendiri.

Bisnis udang berbeda dengan bisnis lainnya. Butuh kecepatan dan ketepatan dalam memutuskan sesuatu. Ini menyulitkan jika kendali tak langsung dan membutuhkan proses yang lama, apalagi berjenjang.

Sebagai contoh saat membeli udang. Saat bekerja di perusahaan, saya kesulitan memutuskan karena rantai pelaporan yang panjang.

Ini membuat kesempatan hilang. Makanya di Panca Mitra, selain orang kami yang berbelanja bisa komunikasi langsung dengan manajemen, ada penentuan batas harga. Ini akan memudahkan mengambil keputusan saat belanja bahan baku udang.

Saya merasa beruntung mendirikan Panca Mitra di Situbondo. Selain harga tanah masih murah, biaya tenaga kerja juga murah, meski gaji tenaga kerja di Panca Mitra sudah di atas UMR.

Mempekerjakan 3.000 pekerja, saya juga beruntung karena lebih dari 80% pekerja saya wanita. Mereka lebih tekun sehingga produktivitasnya terjaga.

Mereka juga tidak ribet. Apalagi, hubungan saya dengan pegawai dekat sekali. Mereka keluarga besar Panca Mitra. Anytime, mereka bisa ngobrol dengan kami.

Kedua, dalam berbisnis harus fokus. Fokus bisnis kami adalah udang. Kami tak mengekspor produk perikanan lain. Yang kami jual udang mentah dan produk olahan yang ready to eat. Semua produk kami 100% ekspor.

Di pasar ekspor, Panca Mitra punya dua merek, yaitu Leader dan Perdana. Saat ini, kami bisa ekspor 10.000 ton per tahun.

Membuka pasar ekspor juga tak mudah, kami menjajakan ke calon pembeli. Mereka menginspeksi untuk melihaat pabrik dan tambak agar sesuai standar mereka. Makanya, menjaga kualitas menjadi kewajiban kami.

Kunci ketiga adalah trust. Salah satunya dengan menjaga kualitas. Tak hanya di pabrik Panca Mitra, kualitas juga kami jaga sejak beli dari tambak.

Tambak yang menjadi sumber bahan baku, kami sertifikasikan agar sesuai standar pasar ekspor.

Untuk pengembangan usaha, Mei atau Juni nanti, kami akan IPO dengan target dana Rp 1 triliun. Mayoritas dana untuk pengembangan usaha. Bukan sekadar mencari dana, bagi saya, IPO jga melihat valuasi usaha Panca Mitra