kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • LQ45958,38   4,52   0.47%
  • SUN97,12 0,58%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Siapkan perusahaan go public

Oleh Alexander Foe
Siapkan perusahaan go public

Protecting our business by protecting our people! Inilah pegangan saya dalam memimpin Nasakti. Pimpinan mampu memenuhi hak-hak karyawan akan sustain.

Makanya, saya bilang ke ke seluruh karyawan: yang bisa mengeluarkan seseorang dari perusahaan itu dirinya sendiri.

Saya tidak pernah memecat orang, tapi yang bisa memecat orang ya dirinya sendiri. Ini terjadi ketika seseorang diberikan visi besar namun tak mau ikut mendukung dan ketahuan mencuri.

Beda jika seseorang under perform itu bukan masalah, sepanjang mau belajar, berusaha dan berubah.

Menerima estafet usaha dari orang tua, awalnya saya sulit bermanuver. Apalagi ayah masih pegang kendali di Nagasakti.

Sekalipun saya leluasa menyampaikan ide-ide secara langsung, tapi keputusan tetap di tangan ayah.

Keinginan melakukan modernisasi, pembenahan total sulit dilakukan. Baru di 2010, kendali benar-benar dipercayakan orang tua ke saya.

Langkah pertama yang saya lakukan audit internal dan membenahi organisasi. Selama 7 tahun masuk Nagasakti, saya selalu berkeliling tiap bagian sehingga tahu apa yang harus saya lakukan. Utamanya terkait budaya korupsi di perusahaan.

Bayangkan, orang teknis tak pernah membuat preventive maintenance, tapi justru menjaga kerusakan bisa bermain di biaya pemeliharaan dan pengadaan suku cadang.

Ini terjadi karena saat itu Nagasakti tidak ada sistem procurement bagus, tak di-locking sehingga orang teknis bisa melakukan pembelian.

Praktik-praktik seperti ini berjalan lama, lebih dari satu dekade, karena profit perusahaan tekstil saat itu bagus. Margin besar, tak ada saingan sebab barang China waktu itu tidak masuk.

Periode audit berjalan sekitar dua tahun. Ini menjadi periode berdarah dan banyak keributan. Orang tua saya sampai bilang: saya tak membuat perusahaan kian maju tapi makin ribut.

Tapi saya jalan terus, karena keributan diperlukan dan harus terjadi agar perusahaan bersih dan tercipta transparansi agar bisa jadi pijakan untuk melangkah ke depan.

Setelah masa audit dan transparansi keuangan, pembenahan saya lakukan terkait debt to equity ratio (DER). Zaman dulu, Nagasakti melakukan segala sesuatunya dengan konvensional.

Pembenahan juga dari sisi perpajakan serta menaikkan nilai buku agar perusahaan dari non bankable menjadi bankable.

Saya juga menciptakan sistem pengarsipan, menyusun quality performance index di tiap bagian dan mengejar standar ISO agar pola kerja tertata rapi.

Jadi, selama tujuh tahun, mulai 2003 sampai 2010, saya survei untuk benar-benar mengerti per bagian, sistem apa yang dibutuhkan di tiap bagian. Ini semua demi mencegah tanggung jawab yang tumpang tindih. Harus ada kontrol.

Kini, kami memiliki komite audit sendiri. Laporan keuangan kami juga diaudit juga oleh auditor eksternal. Sekarang, perusahaan sudah bankable, memiliki value dan citra bagus.

Ditambah lagi track record orang tua saya flawless, tidak pernah ada masalah hukum serta memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Target next step kami adalah go public. Jika kami konsisten, dalam 5 tahun mendatang, kapasitas produksi kami bisa 10 juta meter per bulan dari kapasitas saat ini yang mencapai 2 juta meter per bulan.

Jika asumsi semua berjalan lancar serta situasi dan kondisi berlangsung kondusif, yang paling rasional IPO mungkin bisa dilakukan awal kuartal empat 2018.


Close [X]