kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.595
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS610.041 0,33%
EXECUTIVE / CEO's TALK

Sigma ingin menjadi cloud provider terdepan

oleh Rizkan Chandra - Presiden Direktur PT Sigma Cipta Caraka

Senin, 31 Oktober 2011 / 10:05 WIB

Sigma ingin menjadi cloud provider terdepan



Setelah diakuisisi PT Telkom Tbk, kini, PT Sigma Cipta Caraka, dikenal sebagai Telkom Sigma. Perusahaan ini kian fokus menggarap layanan cloud karena bisnis ini paling potensial di masa depan. Telkom Sigma ingin menjadi cloud provider terdepan. Bagaimana strateginya? Wartawan KONTAN Epung Saepudin, mewawancarai Rizkan Chandra, Presiden Direktur PT Sigma Cipta Caraka, Jumat (28/10), di kantornya.

Saya di Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma) baru satu tahun dua bulan. Telkom mengakuisisi Sigma Cipta Caraka pada awal 2008. Setelah akuisisi selesai, saya masuk.

Ada hal mendasar yang berbeda sebelum diakuisisi dan setelah diakuisisi. Pertumbuhan Sigma jauh berbeda. Sejak mulai berdiri tahun 1987 sampai 2007, pertumbuhannya tidak pernah mencapai 50%. Sementara, mulai 2007 sampai 2010, pertumbuhan bisnis kami sudah mencapai dua digit.

Dari 2007 sampai 2010, omzet kami tumbuh 100% lebih, dari Rp 200 miliar jadi Rp 450 miliar. Sampai akhir tahun, kenaikan omzet kami bisa sampai 40%. Dulu, hal itu bisa terjadi setelah empat-lima tahun. Tiap tahun rata-rata cuma naik 11%-12%

Kenaikan pesat terjadi karena dua hal. Pertama, inovasi yang menggabungkan kekuatan Telkom dan Sigma. Kedua, banyaknya project yang datang dari Telkom yang terkait dengan teknologi informasi (TI). Selama ini, proyek itu mungkin ke mana-mana, kini semua diserahkan ke Sigma.

Contohnya, produk Sigma bernama BPR Satu. Layanan ini cukup inovatif. Aplikasi Sigma untuk bank ini ditaruh dalam sebuah cloud, lalu di-offer sebagai sebuah layanan yang integrated. Jadi, bayar sekian untuk sebulan, pelanggan sudah mendapat network dan aplikasinya. Produk itu memang dirancang khusus (breakthrough). Orang belum ngomong cloud, Sigma sudah punya layanan itu di tahun 2009. Saya lihat, peluang makin besar ke depan. Tahun depan, market cloud kami perkirakan mencapai Rp 4 triliun.

Di luar, Sigma lebih dikenal sebagai penyedia solusi bagi banking. Kini, dunia terus berubah. Jumlah bank makin sedikit. Semua digabung, bahkan diakuisisi asing, sehingga decision maker bukan dari indonesia lagi. Alhasil, porsi software kian kecil. Kalau pemiliknya orang Malaysia, bank di sini memakai software mereka juga.

Bagi kami, yang namanya aplikasi di bank itu harus tetap ada. Namun, tidak aplikasi an sich, melainkan dijual sebagai cloud. Berjualan ke bank tetap kami lakukan karena masih ada market walaupun kecil. Masih ada bank yang mau dengan software lokal.

Sekarang ini, Sigma ingin dikenal kuat di data center dan platform provider atau secara umum biasa disebut cloud provider. Jadi, apa pun aplikasinya, mau buat siapa pun, taruhnya di Sigma. Sekarang, Sigma bukan membidik pasar korporasi saja, tapi juga masuk ke small medium enterprise, bahkan ritel.

Saat ini, sumbangan revenue Sigma terbesar bukan berasal dari Telkom. Hampir 70% revenue dari luar, 30% dari Telkom Group. Namun, revenue dari luar bisa banyak karena bekerja sama dengan Telkom. Kami punya Telkomsel, Flexi, punya juga Finnet. Ini semua digabungkan jadi kekuatan besar.

Ke depan, kami ingin aplikasi dan network Telkom itu kami jadikan platform provider. Apa pun aplikasinya, siapa pun yang membuat, ditaruh di platform Telkom Sigma. Itu satu hal utama yang kami rancang.

Kemudian kami lihat, ke depan, e-transaction akan semakin besar. Misalnya, pegang ponsel mau bertransaksi apa saja bisa. Dengan adanya Finnet, dia punya settlement engine. Nah, di Sigma ada switching engine. Dengan hubungan baik dengan bank dan lembaga pemerintah, kami optimistis pasar e-transaction bakal kian besar.

Tujuan kami ke depan adalah menjadi cloud provider terdepan. Apa yang mendasari itu? Pertama, current competent dari Sigma adalah membuat software untuk grup financial dan banking, termasuk sekuritas. Hal ini sudah dikembangkan berpuluh tahun lalu. Kemudian, Sigma juga sangat excelence di data center. Bagi kami, cloud ini sudah tidak ada argumen lagi akan menjadi the next IT and Telco business.

Dua data center baru

Untuk itu, kami akan memperluas dan memperbesar data center. Ini sangat capital expenditure (capex) intensive. Dua data center terbaru, secara pararel, akan dibangun di tahun 2012. Tapi, ini tidak seperti membangun hotel yang delapan bulan jadi. Proyek ini perlu minimal satu tahun. Jadi, kalau persiapan sudah kami lakukan dari sekarang, pada 2012 akhir,  mungkin, sudah ada data center di dua kota. Data center-nya bukan hanya dibikin baru, tapi juga dibuat sehingga bisa memenuhi standar tertinggi.

Data center ini disiapkan berkualifikasi Tier 4 yang mempunyai back up device sampai pada listrik (keandalan tinggi) dan memenuhi standar keamanan internasional. Dengan begitu, kami ingin tidak ada lagi alasan bagi perusahaan asing untuk tidak membuka kantor di Indonesia karena masalah keamanan data, privasi, dan sebagainya.

Sekarang ini, data center ada empat tingkat yakni, Tier 1 sampai Tier 4. Sigma sekarang sudah bermain di Tier 2 dan Tier 3. Ini jarang di Indonesia. Sebab, yang lain hanya di Tier 1 dan 2. Yang baru nanti, terutama di salah satu lokasinya, akan sampai Tier 4 atau tertinggi.

Memang, kendalanya mungkin dari pasokan listrik. Sebab, di Tier 4 harus ada dua perusahaan pembangkit listrik. Sementara, di sini, kan, cuma ada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ini yang harus kita atasi kalau mau masuk Tier 4.

Soal kebutuhan dana data center, saya tidak bisa bicara persis berapa total nilai investasinya. Tapi, gambarannya, untuk membuat data center Tier 4 butuh dana US$ 15.000 per meter persegi serta untuk Tier 3 sekitar US$ 10.000 per meter persegi. Adapun biaya pembuatan Tier 2 berkisar US$ 6.000, dan Tier 1 US$ 3.000 per meter persegi.

Luas data center tergantung kebutuhan. Kami telah mempersiapkan lahan hampir 1.500 meter persegi untuk Tier 4. Untuk Tier 3, jauh lebih besar dari itu karena memang kebutuhan untuk Indonesia masih di Tier 3.

Kami tahu, jika ingin memiliki data center Tier 4 di sini, kami tidak bisa berjalan sendiri. Artinya, tahun depan, kami akan berusaha mendapatkan mitra untuk bisa bersama-sama menjalankan Tier 4 ini dan pasti bukan mitra lokal. Sebab, perusahaan lokal belum bisa.

Kami akan ikut sertakan mitra yang sudah terbiasa menjalankan Tier 4 di luar negeri. Bagi kami, kalau kita bicara data center, seharusnya sudah tidak ada pembedaan antara data center yang ada di luar negeri dan di dalam negeri.

Untuk itu, dari enam bulan lalu, kami sudah berbicara dengan PLN. Kami juga sudah memperoleh informasi daerah yang tepat untuk lokasi data center. Kami juga sudah mengomunikasikan kebutuhan sekian megawatt di tahun 2013 sampai dengan 10 tahun ke depan. Kami senang PLN mendukung.

Perusahaan kami juga terus berkembang. Sekarang, satu rupiah di Sigma menghasilkan 6 rupiah di Telkom. Itulah yang sekarang diberikan Sigma kepada Telkom.

Saya ingat konsep Blue Ocean. Zaman dulu, bisnis itu adalah bagaimana menghadapi persaingan. Nah, sekarang adalah bagaimana menghindari persaingan itu.

Saya pakai konsep: Eliminate, Reduce, Race, and Create. Eliminate problem, reduce problem, create new value. Sekarang, kekuatan Sigma justru bergabung bersama Telkom. Makanya, kami buat cloud. No body can beat us di cloud. Network paling besar adalah Telkom. Data center paling besar di Sigma.

Untuk terus berkembang, sebagai CEO, saya satukan visi manajemen dan karyawan. Saya terapkan corporate culture. Kemudian, mekanisme reguler selalu dilaksanakan. Kami lakukan rapat direksi tiap minggu sehingga putusan bisa cepat. Tiga bulan sekali, kami lakukan promo evaluation. Kalau ada yang jelek, kami luruskan.

Saya pakai pendekatan nonhirarki dan informal. Kuncinya adalah komunikasi.

Reporter: Rizkan Chandra
Editor: aricatur

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0077 || diagnostic_api_kanan = 0.0538 || diagnostic_web = 0.3943

Close [X]
×