kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • LQ45958,38   4,52   0.47%
  • SUN97,12 0,58%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Sukses jika mampu menciptakan pemimpin baru

Oleh Rahmad Pribadi
Sukses jika mampu menciptakan pemimpin baru

Setelah bekerja di perusahaan asing, saya diminta pulang ke Indonesia bergabung dengan perusahaan negara.

Berbeda dengan perusahaan asing, perusahaan negara atau BUMN justru membuka kesempatan untuk berkreasi. Di BUMN, resource baik ada, SDM juga punya.

Ini berbeda dengan swasta, ide datang dulu, baru cari resources-nya. Tantangannya adalah orang bisa terjebak ke comfort zone.

Di Semen Baturaja, kami perusahaan terbuka, memiliki balance sheet yang kuat, berada di pasar dengan ruang ekspansi terbuka lebar. Jadi, banyak hal yang bisa kami eksekusi. Ide kreatif gampang terwujud, karena resource sudah ada.

Sebelum di Baturaja, saya di Petrokimia. Di dua perusahaan tersebut, saya tak merasakan anggapan bahwa orang BUMN lambat.

Di Semen Baruraja, saya memimpin generasi milenial karena 60% karyawan kami anak muda. Mereka cenderung berpikir bebas dan terbuka.

Umumnya, mereka adalah generasi multitalent multitasking. Ini harus kami kenali. Misal, seorang akuntan ternyata tak selalu ingin jadi akuntan sampai pensiun. Orang dengan background hukum, ada juga yang passion ke arah marketing.

Job matching analysis menjadi penting. Aneka assesment saya lakukan, tak lagi terkotak-kotak dalam pola karir. Promosi, mutasi bisa kapan saja, disesuaikan passion.

Tak birokratis, komunakasi yang terbuka menjadi cara saya. Secara rutin, kami kumpulkan karyawan agar bisa mendengarkan perkembangan perusahaan.

Selain rapat rutin, upacara bendera tiap Senin menjadi ajang ungkapkan semua perkembangan Baturaja. Komunikasi juga bisa selama 24 jam.

Blusukan saya lakukan ke distrubutor, dari Lampung, Sumatra Selatan, Jambi hingga Bengkulu. Ini penting untuk membuat rencana kerja dan tahu apa yang terjadi di lapangan.

Dari situ, saya bisa menemukan permasalahan, kebutuhan serta kendala yang dihadapi distributor.

Dari situ pula lahirlah inisiatif Tiga Gajah. Pertama, cost leadership initiative. Yakni dengan efisiensi seperti memangkas clinker, penghematan energi, melalui penggunaan batubara berkalori rendah. Targetnya bisa memangkas cost hingga Rp 100 miliar tahun ini.

Salah satunya mengaktifkan lagi transportasi kereta api untuk angkutan semen. Jika saat ini kami mengirimkan semen ke Palembang, Lampung, dan Lubuk Linggau sekitar 3.000 ton per hari, targetnya menjadi 4.800 ton per hari dengan kereta.

Kedua, market expansion initiative. Kami terus melakukan ekspansi, masuk pasar yang belum pernah dijajaki. Untuk pasar yang sudah ada, targetnya jadi pemain utama.

Di Sumatra Selatan pangsa pasar kami 50%. Di wilayah yang semen Baturaja belum jadi pemimpin pasar akan kami genjot. Lampung yang kini 25%, kami ingin menguasai hingga 50%. Pasar Jambi yang baru 5%, akan kami dorong hingga 11%.

Ketiga, business prosess stream-lining. Yakni percepatan proses pengambilan keputusan. Salah satu caranya implementasi bisnis berbasis digital. Ada 9 modul dalam sistem ini. Sistem ini termasuk pengaturan kendaraan logistik semen, agar bisa dipantau pakai teknologi.

Bagi saya, selain indikator kinerja keuangan perusahaan, kesuksesan memimpin adalah jika saya mampu menciptakan pemimpin.
Keberhaslan saya jika kita mampu membuat orang berhasil.

Bagi saya, menciptakan leader baru itu penting. Itu yang saya kejar di manapun saya bekerja.


Close [X]