kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.181
  • EMAS627.194 0,65%
EXECUTIVE / KOPI PAGI

Tak patahkan ide dan berani eksekusi

oleh Achmad Zaky - CEO & Founder Bukalapak

Senin, 06 Agustus 2018 / 15:19 WIB

Tak patahkan ide dan berani eksekusi



Menjadi seorang chief executive officer (CEO) dari sebuah perusahaan, bukanlah hal yang bisa saya prediksi sebelumnya.

Di benak saya, saat mendirikan Bukalapak pada tahun 2010 adalah keinginan membuat sistem yang dapat bermanfaat bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam mengembangkan usahanya.

Saat itu, yang terbersit di benak adalah: saya ingin jadi sesorang yang bermanfaat bagi orang banyak.

Ini semua berawal saat saya duduk di tingkat tiga bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Saat itu, saya mendapat proyek dosen untuk menciptakan suatu software berbasis digital. Hasilnya, mendapat apresiasi oleh banyak pihak.

Dari situ, saya mulai terpikir untuk membuat sesuatu yang bisa digunakan untuk banyak orang.

Setelah lulus kuliah tahun 2010, saya pulang ke kampung halaman dan melihat banyak orang sekitar yang memiliki usaha kecil namun usaha mereka tidak berkembang, kalaupun bisa berkembang namun tidak signifikan.

Karena kebetulan keahlian saya teknik teknologi, saya berpikir menciptakan steknologi yang bisa memberi solusi untuk masalah tersebut. Terpikirlah membuat lapak digital bisa mengembangkan usaha para pelaku UKM.

Awalnya, hanya lima pelapak yang bergabung di 2010. Kemudian berkembangmenjadi 10.000 pelapak pada 2011.

Bagi saya, tujuan Bukalapak saat itu sudah tercapai yakni memberikan pendapatan tambahan pada para pelapak. Namun sebagai pengelola Bukalapak tidak mendapatkan pendapatan.

Saat itu, kami malah sering mendapat sumbangan dari para pelapak untuk makan sehari-harim serta untuk kebutuhan server.

Hingga pada tahun 2011, saya berencana menutup Bukalapak karena tidak kunjung menunjukkan keberhasilan. Apalagi, saat itu, ada desakan juga dari keluarga untuk penghasilan.

Namun, merujuk kembali tujuan saya mendirikan Bukalapak, saya dan teman-teman di Bukalapak memutuskan kembali melanjutkan usaha tersebut. Jika jika tidak, 10.000 pelapak akan kehilangan lapak digitalnya.

Beberapa bulan setelah memutuskan untuk melanjutkan Bukalapak, semester II tahun 2011, jumlah pelapak bertambah, bahkan bisa dibilang meledak. Banyak investment masuk dari China, Jepang dan Korea saat itu masuk.

Saat ini, Bukalapak sudah menggandeng lebih dari 3 juta UKM dan menjadi platform marketplace terbesar di Indonesia.

Dari banyak momen, naik dan turun perjalanan kami, saya yakin untuk mendirikan suatu usaha, harus berani untuk menciptakan karya yang bermanfaat bagi orang banyak.

Makanya, saya selalu ingatkan dan tekankan pada diri sendiri dan rekan-rekan di Bukalapak, mereka harus berani mencoba dan terus berinovasi.

Ada bererapa poin penting dalam membuat inovasi. Pertama: butuh keberanian. Ide jangan berhenti di ruang rapat tapi harus berani eksekusi untuk mengetahui benar dan salah. Keberanian ini membuat inovasi bisa bergerak.

Makanya, jika ada ide, saya selalu bilang iya. Dengan cara itu karyawan berani menciptakan sesuatu yang baru.

Jika ide diaplikasikan maka akan ketahuan benar atau salah. Bagi saya, ide jangan langsung dipatahkan. Ini akan menghambay inovasi.

Kedua, tidak pernah merasa nyaman. Pencipta atau kreator harus mampu harus menciptakan rasa tidak nyaman agar terus menghasilkan inovasi-inovasi baru.

Reporter: Achmad Zaky
Editor: mesti.sinaga

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0078 || diagnostic_api_kanan = 0.0690 || diagnostic_web = 0.4010

×