kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.181
  • EMAS627.194 0,65%
EXECUTIVE / CEO's TALK

Turun lapangan demi pembebasan lahan

oleh William Sabandar - Presiden Direktur PT MRT Jakarta

Senin, 23 Juli 2018 / 15:32 WIB

Turun lapangan demi pembebasan lahan



Proses pembangunan MRT yang ditargetkan bisa kelar Maret 2019 sempat melambat. Masalah yang menghadang adalah pembebasan lahan.

William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta masuk untuk membenahi hal ini agar proses pembangunan MRT berjalan sesuai target. Apa yang dia lakukan? Berikut penuturan William kepada jurnalis KONTAN, Francisca Bertha.

Proyek pembangunan kerta api massal Mass Rapid Transit (MRT) sempat berjalan lambat lantaran pembebasan lahan yang tak segera rampung.

Akhirnya, Oktober 2016 saya ditunjuk oleh gubernur saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk segera merampungkan masalah pembebasan lahan.

Pertama kali saya coba turun ke lapangan, pembangunannya benar-benar lambat. Tidak menunjukkan bahwa MRT adalah proyek besar.

Sebenarnya, ada tiga hal yang diharapkan dari kepemimpinan saya.

Pertama, membebaskan lahan yang menghambat proyek tersebut. Ada hambatan besar terutama di kawasan selatan, sekitar Jalan Sisingamangaraja sampai Lebak Bulus Jakarta.

Kedua, saya diminta untuk mengurus pendanaan kontrak-kontrak tersebut. Saya harus memastikan dananya agar tidak membengkak. Jadi ada cost of fund yang harus dikendalikan.

Ketiga, saya harus memastikan proyek Fase I yaitu Lebak Bulus–Bundaran HI dapat selesai tepat pada waktunya. Selain itu, juga harus mempercepat Fase ke II.

Kebetulan saya memang punya kemampuan menangani hal yang bersifat krisis seperti itu. Sebelumnya, saya berpengalaman menghadapi krisis di Aceh dan Nias yang terkena bencana tsunami. Kemudian pernah membantu di Myanmar.

Sebelum bergabung dengan Jakarta MRT, saya juga sempat menjadi ketua tim satuan tugas untuk menangani masalah energi baru dan terbarukan.

Jadi saya bertindak sebagai Satgas nasional yang bertanggung jawab kepada menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kala itu, Indonesia ingin memanfaatkan energi yang baru dan terbarukan. Saya bekerja selama dua tahun di dalam organisasi tersebut. Jadi memang, portofolio saya banyak dalam urusan menyelesaikan krisis.


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0092 || diagnostic_api_kanan = 0.1006 || diagnostic_web = 0.4933

×