kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Yang tak menghasilkan return, kami cut

Oleh Indra Baruna
Yang tak menghasilkan return, kami cut

Bulan Desember 2017, PT Tugu Pratama Indonesia memiliki nahkoda baru, yakni Indra Baruna. Kepada jurnalis KONTAN Agung Jatmiko, Indra berbagi cerita mengenai langkah strategis Tugu Pratama sepanjang tahun 2017 serta rencana kerja perusahaan tahun 2018. Salah satunya adalah melantai di bursa.

Menjadi pemimpin di perusahaan yang mendapatkan predikat excellent jelas merupakan tantangan tersendiri bagi saya. Sebab, mempertahankan predikat tersebut tentunya tidak mudah.

Apalagi, jika sudah mendapatkan predikat excellent, tentu harus diikuti kinerja lebih bagus lagi. Misalnya, jika rating kami saat ini A-, berarti tantangannya adalah menghilangkan minus tersebut dan menjadi A atau bahkan AAA. Jangan sampai turun peringkat.

Tugu Pratama merupakan perusahaan besar dengan pengalaman 36 tahun dan sudah membuktikan mampu melewati segala halangan dan rintangan.

Ke depan, yang perlu dicapai adalah mempertahankan reputasi bahkan semakin mengokohkan diri sebagai pemain besar yang mampu berkontribusi pada industri asuransi dan kepada masyarakat Indonesia.

Amanah yang disematkan kepada saya kala ditunjuk sebagai pemimpin Tugu Pratama adalah, bagaimana caranya membawa Tugu Pratama ke level yang lebih tinggi.

Kemudian saya diamanahkan membawa Tugu Pratama menjadi perusahaan yang berkelanjutan (sustainable).

Tantangan dalam suatu industri tentu selalu ada. Cuma kalau Anda perhatikan, ekonomi itu ada siklus. Selalu ada saat ekonomi melambat dan selalu ada waktu untuk kembali tumbuh.

Nah, tantangan bagi kami: bagaimana saat kondisi ekonomi sedang bagus, kami mampu tumbuh pesat dan manakala ekonomi melambat, kami mampu bertahan. Menurut saya, di situ asyiknya.

Peluang yang bisa kami ambil tentu sangat luas. Sebab, kalau kita bicara mengenai asuransi umum, apapun dimungkinkan.

Contohnya, kami sudah bekerjasama dengan Go-Jek dan melihat peluang yang cukup luas. Setiap lini dalam Go-Jek memerlukan proteksi. Soalnya, dalam setiap bisnis, pasti akan timbul risiko.

Kalau risiko Go-Jek adalah kecelakaan, menyangkut driver dan penumpang. Ketika terjadi kecelakaan terhadap penumpang, perusahaan harus bertanggung jawab, sehingga sebaiknya memang perlu diberikan perlindungan.


Close [X]