kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Berbenah diri di era revolusi industri 4.0

oleh Muhammad Sidik Heruwibowo - CEO PT Bahana Artha Ventura


Rabu, 18 September 2019 / 10:25 WIB
Berbenah diri di era revolusi industri 4.0

Reporter: Merlinda Riska | Editor: Tri Adi

Awalnya terpaksa, lama-lama jatuh cinta

Witing tresno jalaran soko kulino. Cinta tumbuh karena terbiasa. Peribahasa Jawa ini tepat menggambarkan kisah Muhamad Sidik Heruwibowo yang akhirnya jatuh cinta pada dunia audit. "Saya lulusan pertanian. Saya keblasuk (tersesat) ke dunia audit. Saya dipaksa untuk cinta," kata Sidik, panggilan akrabnya.

Saat kecil, Sidik memiliki impian untuk menjadi kepala di sebuah perkebunan. Untuk itulah, ia pun memilih jurusan teknologi pangan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sebagai lulusan pertanian, impiannya bukanlah bekerja di bank.

Namun, ibunda Sidik memintanya untuk mencoba tes masuk di BRI selepas lulus kuliah tahun 1989. Tidak disangka, Sidik berhasil lolos dan mulai mengabdi di BRI sejak 1990.

Hampir saja Sidik keluar dari BRI lantaran ia ditempatkan di Lumajang, Jawa Timur. Di sana, banyak sekali area perkebunan: ada kebun kopi dan kebun teh. Hampir saban Sabtu dan Minggu Sidik berkunjung dan mempelajari kebun di sekitar kantornya itu.

"Saya itu, saat awal-awal, namanya anak muda, masih galau. Walau sudah bekerja, hasrat dapat bekerja di kebun itu tetap ada," tuturnya. Tapi, dorongan untuk menjadi anak yang berbakti kepada orangtua membuat dia urung melamar kerja di sektor perkebunan. Beberapa waktu kemudian, ia malah dipindahtugaskan ke bagian auditor.

Mengenang awal karier di bagian auditor, Sidik merasa berat dan penuh perjuangan. "Saya bukan lulusan accounting. Audit ini kan erat dengan accounting. Saya malah dulu saat sekolah paling sebal kalau ada pelajaran ini. Tapi, saya harus mempelajarinya. Soalnya, saya enggak bisa keluar dari kerjaan ini. Saya takut durhaka sama ibu," kenangnya.

Sidik pun belajar dengan giat, membaca berbagai buku tentang audit dan accounting. Ia bahkan memiliki tiga sertifikasi yang diakui secara nasional dan internasional di bidang audit.

Sidik mempercayai, hasil tidak akan membohongi usaha. Benar saja, ia berkecimpung di dunia audit ini selama hampir 21 tahun. Bahkan, berkat kepiawaiannya dalam materi dan implementasi audit, ia dapat menduduki berbagai jabatan bergengsi di BRI.

Tahun 2008-2014, Sidik menjabat Kepala Bidang Pengembangan Standar dan Kualitas Audit. Kemudian, tahun 2014-2016, ia menjabat sebagai Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis Jakarta 1. Pada 2016-2017, ia menjadi Inspektur Medan dan tahun 2017-2018 sebagai Kepala Divisi Transformasi Perusahaan. Awalnya terpaksa, lama-lama terbiasa. Setelah terbiasa, muncul rasa jatuh cinta. "Wah, kalau sudah cinta, rasanya enggak mau berhenti belajar audit. Filosofi jatuh cinta yang berujung tidak berhenti belajar ini juga saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.♦

Merlinda Riska




TERBARU

Close [X]
×