kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS876.000 -1,35%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Digitalisasi mendorong efisiensi secara bisnis


Rabu, 29 Mei 2019 / 09:05 WIB
Digitalisasi mendorong efisiensi secara bisnis

Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Tri Adi

Hampir setiap pagi mandi di kantor

Azan subuh belumlah terdengar. Tapi, Doddy Doxa Manurung telah bangkit dari peraduan dan bersiap beraktivitas. Itulah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Chief Executive Officer (CEO) di PT Balai Lelang Serasi (IBID) itu setiap hari kerja, sebelum berangkat ke kantor. Doxa panggilan akrabnya bilang, bangun subuh dilakukan agar bisa berolahraga di Gelora Bung Karno (GBK) sebelum berangkat ke kantor.

Namun, Doxa tidak melakukan olahraga berat seperti marathon, sepeda, atau berenang. Doxa melakukan olahraga ringan berupa lari pagi untuk beberapa kali putaran mengelilingi stadion GBK. "Itu olahraga rutin saya setiap pagi, lima atau enam kali putaran GBK, baru berangkat ke kantor," kata Doxa yang diwawancarai KONTAN di kantornya Senin (20/5) lalu.

Hidup sehat bagi Doxa sangatlah penting pasca-harus memasang ring pada jantungnya pada tahun 2013 lalu. Gaya hidup kurang sehat yang dilakukan sebelumnya, membuat Doxa kini mesti disiplin dalam membakar kalori agar tak bertumpuk dalam tubuhnya. "Kesehatan itu mesti dijaga," pesannya.

Seusai melakukan olahraga di GBK, barulah Doxa menuju kantornya di daerah Bintaro, Jakarta Selatan. Kerap kali, Doxa datang di kantor paling awal, maklum ia sudah berada di kantor sebelum jarum jam berdentang pada pukul 7 pagi. Usai mendinginkan badan, ia kemudian mandi di kantor. "Ini salah satu contoh yang saya lakukan kepada karyawan, agar bisa melakukan sesuatu yang lebih kepada kantor," kata Doxa.

Meski demikian, Doxa tak menuntut semua karyawannya harus melakukan hal yang sama, yakni datang pagi hari seperti yang ia lakukan. Baginya, berbuat lebih untuk kantor itu bisa dilakukan dengan banyak hal, salah satunya bekerja lebih pagi. Tetapi juga bisa dilakukan dengan kualitas kerja yang lebih baik. "Tinggal diterjemahkan saja, berbuat lebih itu bisa dilakukan dalam bentuk apa pun," ujar Doxa.

Totalitasnya dalam bekerja membuat Doxa kerap pulang malam, dan hanya bertemu keluarga malam hari atau akhir pekan. Beruntung, ia tidak mendapatkan komplain dari anak, karena sang anak sudah besar dan tinggal di Depok untuk kuliah di Universitas Indonesia. "Sabtu dan Minggu baru kami isi dengan acara keluarga," jelas Doxa.

Selain setiap hari menekuni bisnis lelang mobil, Doxa menyempatkan diri untuk investasi. Baginya, investasi itu penting sebagai tabungan masa depan anaknya kelak. "Saya ini tipe orang gajian, jadi investasi lebih kepada bentuk tabungan saja, properti, dan obligasi," kata sarjana politik itu.

Investasi properti baginya bukan sebagai pedagang, hanya membeli unit untuk disewakan. Namun jika ada yang menawar dan harganya cocok, barulah Doxa menjualnya. Selanjutnya, jika ada peluang baru di properti, Doxa juga tak menyia-nyiakan kesempatan itu. "Saya mikir, membeli properti itu sejatinya untuk anak. Kalau ada yang menawar bagus, ya kita jual," jelasnya.

Terkait dengan mimpi yang belum terealisasi, Doxa hanya berharap suatu saat bisa mendapatkan tantangan mengurus bisnis non-otomotif di Grup Astra. "Sudah 24 tahun saya urus bisnis otomotif, dari rental sampai lelang mobil. Permintaan ini sudah saya sampaikan ke atasan," harapnya.

Bagi Doxa, saat menerima tantangan baru, itu sama dengan membuka kesempatan untuk kembali belajar. Begitulah yang ia lakukan saat memimpin di IBID. Ia mesti belajar bisnis lelang mobil yang relatif baru baginya. "Itulah tantangannya, belajar hal baru yang membuat kita lebih maju," katanya.♦

Asnil Bambani Amri



TERBARU

[X]
×