kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%

Edi Taslim, CEO Kaskus: Kami tidak ingin menjadi e-commerce

oleh Edi Taslim - Chief Executive Officer Kaskus

Selasa, 04 Desember 2018 / 13:50 WIB

Edi Taslim, CEO Kaskus: Kami tidak ingin menjadi e-commerce
ILUSTRASI. Edi Taslim, CEO KASKUS Networks

Sewaktu Kaskus lahir 19 tahun lalu, ekosistem digital tidak seramai sekarang ini. Dulu belum ada aplikasi kirim pesan seperti WhatsApp, Line maupun media sosial Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya. Karena ekosistem berbeda, layaknya perusahaan lain, Kaskus harus meredefenisikan ulang dirinya dan fungsinya.

Saat ini, semangat Kaskus adalah kembali ke semangat di saat zamannya dibikin. Kaskus itu apa, sih? Kaskus adalah tempat di mana orang yang punya hobi berkumpul, berinteraksi, berdiskusi terkait hobi juga gaya hidup dan gaya hidup.

Kami membawa lagi semangat Kaskus itu dalam konteks saat ini yang ternyata relevan. Kami akan fokus di bidang ini.

Ini sesuai dengan hasil evaluasi yang kami lakukan, terkait keunggulan, kekuatan dan kelemahan pada kami. Setelah menemukan kelemahan dan kekuatan itu, kami memutuskan tetap eksis berinovasi dengan semangat awal berdirinya Kaskus.

Kami menyadari ada banyak produk teknologi media sosial seperti Path kemudian Friendster yang hilang hanya dalam waktu tempo empat atau enam tahun.

Sementara Kaskus sudah 19 tahun. Ini karena kami mempertahankan “DNA”, yaitu peran sebagai ruang diskusi, interaksi untuk berbagai komunitas.

Dengan posisi ini, Kaskus tidak ikut-ikutan menjadi e-commerce atau lainnya. Kami fokus mengembangkan platform diskusi bagi komunitas. Apapun inovasi yang kami persiapkan, tujuannya untuk melengkapi kebutuhan diskusi komunitas. Kami tidak ingin menjadi e-commerce atau menjadi media news, atau yang lainnya.

Terobosan terbaru yang kini kami garap adalah membuat KaskusTV, yang telah kami luncurkan. KaskusTV untuk menambah fasilitas diskusi dan interaksi untuk kaskuser (sebutan untuk member Kaskus).

Video itu ada yang untuk komunitas hobi musik lewat program bernama Bermusik, kemudian juga nanti ada serial film gaya hidup dari Visinema Pictures, produser film Filosofi Kopi. Film itu nanti menceritakan soal hobi dan gaya hidup.

Kemudian ada video yang mengulas produk, seperti yang dilakukan komunitas hobi gadget, sepeda motor, hotwheels dan lainnya. Informasi hobi dalam bentuk konten video ini terkadang tak bisa diperoleh dari media lainnya. Sementara, penggemarnya membutuhkan informasi dan diskusinya.

Selama ini Kaskus membuka ruang diskusi soal komunitas, tapi berbentuk teks. Makanya kami fasilitasi bentuk video. Kami ingin Kaskus menjadi tempat berdiskusi yang lengkap soal hobi, juga gaya hidup, seperti ulasan tentang tren sepeda motor, gadget dan banyak lagi.

Layanan kami beda dengan Youtube yang harus subscribe, nonton harus berlangganan. Kami tidak ada konsep berlangganan, sehingga bebas diakses. Kami belum punya target jumlah klik atau view. Namun, ada program kami di Kaskus TV yang sudah ada view sampai 250.000 klik.

Kami sudah punya 47 program live, dengan 200 jam durasi dengan 400 video di Kaskus TV. Target penonton kami sesuai dengan member pengguna Kaskus, kalangan usia 18-35 tahun yang senang informasi gaya hidup dan hobi.


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0769 || diagnostic_web = 0.3438

Close [X]
×