kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

IPO Phapros salah satu keputusan besar yang saya ambil


Rabu, 22 Mei 2019 / 16:44 WIB

IPO Phapros salah satu keputusan besar yang saya ambil

PT Phapros Tbk saat ini bersiap terlibat dalam program holding BUMN di sektor farmasi. Langkah awal ini dimulai dengan menggabungkan diri menjadi anak usaha PT Kimia Farma Tbk. Kepada jurnalis KONTAN Putri Werdiningsih, Barokah Sri Utami, Direktur Utama PT Phapros Tbk, berbagi cerita mengenai rencana pengembangan perusahaan dalam holding tersebut.

Saya mulai bekerja di Phapros pada tahun 1989. Saat itu, saya bertanggung jawab dalam hal kontrol dan jaminan kualitas. Awalnya, saya hanya ingin menyelesaikan wajib kerja sarjana selama kurang lebih 2 tahun. Tetapi, ternyata keterusan sampai sekarang.

Sejak awal bekerja sampai tahun 2013, saya banyak berada di kantor Phapros Semarang. Baru di tahun 2013, saya mulai mondar-mandir ke Jakarta karena ditunjuk sebagai Direktur Produksi. Kemudian tahun 2016, saya ditunjuk menjadi direktur utama dan sepenuhnya hijrah berkantor di ibukota.

Sebagai direktur utama, amanat yang diberikan kala itu adalah untuk menjalankan visi dan misi Phapros. Kebetulan tahun 2011, saya ditunjuk sebagai ketua tim yang menyusun visi dan misi untuk rencana jangka panjang perusahaan. Jadi, saat diangkat sebagai direktur utama, saya sudah tahu betul apa yang harus dilakukan.

Tidak ada pesan khusus yang dititipkan oleh pemegang saham. Bagi mereka, yang penting saya harus mengelola perusahaan yang memberikan nilai tambah sebesar-besarnya. Bagaimana caranya, kapan, seperti apa? Itu semua tergantung saya dan board of director (BOD).

Saat awal menjabat, pertama-tama yang harus saya lakukan adalah melihat terlebih dulu di mana kekuatan kami. Saya membuat skala prioritas apa saja yang kira-kira akan membuat Phapros lebih besar. Tidak hanya sekedar secara internal, tetapi juga eksternal. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun strategi bersama-sama dengan BOD.

Salah satu rencananya adalah IPO. Sejak awal, saya memang sudah ingin supaya kami bisa listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Persiapan intensif dilakukan kurang dari 1 tahun. Akhirnya, kami Phapros resmi listing pada 26 Desember 2018.

Selama saya memimpin Phapros, IPO merupakan salah satu keputusan besar yang saya ambil. Selain itu, keputusan yang cukup besar juga terjadi saat kami membeli saham PT Lucas Djaja Group dan PT Marin Liza. Itu keputusan besar, karena investasinya mencapai Rp 350 miliar. Ini investasi paling besar selama Phapros berdiri.


Gabung ke Kimia Farma

Belum lama ini, kami memutuskan untuk bergabung menjadi anak usaha PT Kimia Farma Tbk. Sebelumnya, kami berada di bawah PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Penggabungan ini berkaitan dengan pembentukan holding BUMN di bidang farmasi. Kimia Farma akan mengelola holding tersebut. Saat ini mulai persiapan, bolanya segera bergulir.

Dalam holding itu, Phapros akan tetap berperan sebagai anak perusahaan Kimia Farma yang fokus ke bidang manufaktur dan jasa. Nanti, kami akan memetakan kekuatan masing-masing. Tinggal dilakukan sinkronisasi apa yang beririsan dan apa yang tidak perlu.

Dengan Phapros bergabung ke Kimia Farma, masalah kapasitas  juga bisa terselesaikan. Soalnya, Kimia Farma memiliki fasilitas produksi yang cukup besar, sehingga kami bisa saling bersinergi. Kimia Farma dan Phapros harus bisa sejalan.

Ke depannya, Phapros masih akan tetap mengembangkan diri di industri manufaktur, industri farmasi, dan alat kesehatan. Spesialisasi kami adalah pada produk anestesi gigi, ortopedi, alat kesehatan, dan multi vitamin. Sejak awal berdiri, produk multi vitamin andalan kami adalah tablet penambah darah Livron B-Plex. Kemudian ada juga Antimo. Bahkan, nama Antimo lebih terkenal daripada Phapros sebagai perusahaan pembuatnya.


Rencana ekspansi

Kami juga memiliki jasa fasilitas injeksi. Kalau membangun fasilitas injeksi, biayanya kan tinggi. Nah, kami memiliki kapasitas besar yang bisa digunakan oleh pihak lain. Kami bisa mengintensifkan idle capacity.

Dalam pengembangan Phapros, saya ingin pertumbuhannya bisa berkelanjutan (sustain). Jangan hanya tumbuh di tahun depan, lantas di tahun-tahun berikutnya tidak tumbuh. Nah, tumbuh berkelanjutan itu artinya tidak hanya menyangkut profit, tetapi juga lingkungan seperti karyawan.

Untuk itu, kami telah menyiapkan rencana kerja jangka panjang perusahaan. Yang paling dekat, pada semester II ini, kami akan melakukan penerbitan saham baru atau right issue. Kami menargetkan bisa mengantongi dana Rp 1 triliun.

Dana hasil right issue ini, pertama, akan dialokasikan sebagai capital expenditure (capex) untuk investasi. Kami ingin berinvestasi mesin cartridge ampul untuk anestesi gigi, baik itu dilakukan dengan penambahan mesin dan juga penambahan varian produk teknologi yang digunakan. Kalau dulu ampul menggunakan jarum yang besar, sekarang jarum aplikatornya lebih kecil.

Kedua, hasil right issue juga akan digunakan untuk merestrukturisasi pinjaman tahun lalu yang digunakan untuk membeli pabrik. Tahun 2018, kami membeli pabrik milik PT Lucas Djaja Group dan PT Marin Liza. Dananya berasal dari perbankan dan internal. Kalau tidak dilakukan right issue sekarang, beban bunganya akan menjadi tinggi.

Selain right issue, pada tahun 2019 ini, Phapros juga lebih fokus pada pasar ekspor produk obat dan peralatan kesehatan. Belakangan ini, kami sedang mencoba masuk ke Nigeria. Sekarang sedang diproses izin edarnya. Menurut rencana, pada tahap awal, produk yang akan dibawa adalah Antimo. Saya berharap pada semester I, izin edar bisa keluar sehingga ekspor bisa direalisasikan pada semester II.


Reporter: RR Putri Werdiningsih
Editor: Tri Adi

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0023 || diagnostic_web = 0.1956

Close [X]
×