kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.460
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Kami bukan pebisnis model risk taker

Selasa, 26 Maret 2019 / 14:17 WIB

Kami bukan pebisnis model risk taker
ILUSTRASI. Noni Sri Ayati Purnomo, Presiden Direktur Blue Bird Grup

Nama Blue Bird sudah tak asing lagi di bisnis transportasi negeri ini. Kini, melalui induk perusahaannya, Blue Bird melebarkan sayap di luar usaha transportasi. Kepada jurnalis Kontan Putri Werdiningsih, Noni Sri Aryati Purnomo, Chief Executive Officer (CEO) Blue Bird Group Holding, berbagi cerita tentang upayanya melanjutkan bisnis keluarga dan terus ekspansi menghadapi tuntutan zaman.

Tahun 2014 Blue Bird menjadi perusahaan publik (tbk). Waktu itu, diputuskan hanya bisnis transportasi penumpang yang sahamnya dilepas ke publik, karena unit bisnis lain masih kecil-kecil.

Dengan berstatus perusahaan publik, PT Blue Bird Tbk (BIRD) harus memiliki tata kelola perusahaan yang baik. Oleh sebab itu, dalam pengelolaan perusahaan, BIRD harus dipisahkan dari unit bisnis lain yang dikelola keluarga.

Tahun 2014, saya pindah dari PT Blue Bird Tbk ke Blue Bird Group Holding (holding) yang 100% dimiliki keluarga. Saya menjadi CEO pertama. Saya diberikan mandat agar Blue Bird Group memiliki bisnis yang sustainable.

Karena mandat pertamanya adalah diversifikasi bisnis, maka holding ini tidak hanya bermain di bisnis transportasi. Supaya bisnis terdiversifikasi, kami juga masuk ke bisnis properti, logistik, teknologi informasi, dan perdagangan.

Sebelumnya, konsep holding hanya perusahaan yang menginvestasikan dananya di beberapa perusahaan. Nah, sekarang, invesment holding telah menjadi operating holding. Perusahaan lebih aktif memberikan bantuan ke beberapa anak perusahaan untuk membesarkan bisnisnya.

Hal pertama yang saya lakukan di holding adalah merekrut chief financial officer (CFO). Tujuannya untuk menginventarisir Blue Bird Group Holding ini sudah berinvestasi di mana saja. Divisi kedua yang saya bangun adalah human resources (HR). Karena tujuannya untuk membangun, diperlukan HR yang baik. Training kepemimpinan mulai dari manajer ke atas dilakukan oleh holding.


Reporter: RR Putri Werdiningsih
Editor: Tri Adi

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0549 || diagnostic_web = 0.3119

Close [X]
×