kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kami kuat di end user, bukan spekulan


Rabu, 11 September 2019 / 11:15 WIB

Kami kuat di end user, bukan spekulan

KONTAN.CO.ID - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah turun dua kali sejak Juli 2019 dari 6% menjadi 5,5%. Penurunan suku bunga ini diharapkan bisa memacu laju ekonomi, termasuk sektor properti. Bagaimana perusahaan properti menangkap peluang ini? Kepada Wartawan KONTAN Merlinda Riska, CEO PT Metropolitan Land Tbk (Metland) Thomas Johannes Angfendy memaparkan strateginya.

Tahun 2016, hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengangkat saya sebagai Direktur Utama PT Metropolitan Land Tbk (Metland). Sejak itu, saya banyak menerapkan nilai-nilai positif dari direktur utama sebelumnya, yakni Bapak Nanda Widya. Namun, saya tetap menjadi diri saya sendiri.

Dalam arti begini, ada nilai baru yang saya terapkan dalam rangka menyesuaikan dengan kondisi saat itu. Salah satunya adalah aturan untuk sumber daya manusia (SDM). Dulu, Metland masih bisa menerima orang yang sudah keluar dari Metland, kemudian datang ingin bekerja kembali. Bahkan, pernah satu orang yang sama tiga kali keluar-masuk Metland.

Tahun 2017, saya putuskan untuk tidak menerima lagi mereka yang sudah keluar dari Metland. Kecuali jika Metland yang membutuhkan karyawan tersebut. Karena saya tidak ingin Metland hanya sekadar dijadikan tempat persinggahan.

Secara fundamental, saat itu bisa dikatakan kinerja Metland sudah cukup baik. Terbukti dari kemampuannya melewati krisis ekonomi tahun 1998 dan tahun 2008. Saya yang sudah bergabung di perusahaan ini sejak 1989 dan pernah duduk di jabatan direktur pemasaran semakin yakin, Metland memiliki masa depan yang cerah.

Secara portofolio bisnis, Metland memiliki portofolio komersial dan portofolio residensial. Untuk melihat pertumbuhan bisnis, biasanya dilihat dari proyek residensial yang dikembangkan. Sementara untuk menjaga sustainability adalah dari proyek komersial. Idealnya, kedua portofolio ini bisa memberikan porsi yang seimbang.

Namun, pertumbuhan dua portofolio ini erat kaitannya dengan kondisi ekonomi dan politik. Lantaran dua kondisi yang berubah-ubah itulah, porsinya bisa berbeda.

Sampai Juni 2019, Metland kuat di portofolio residensial, yakni perumahan dengan porsi marketing sales 75,8%. Sedangkan untuk komersial, yakni recurring income dari hotel dan mall porsinya 24,2%. Sewaktu krisis moneter, residensial turun, namun recurring income Metland cukup kuat, jadi tetap sustain.

Hingga pengujung semester satu 2019, Metland sudah membukukan marketing sales sebesar Rp 1,029 triliun. Tahun ini Metland membidik marketing sales sebesar Rp 2,2 triliun. Saya optimistis target ini bisa tercapai. Karena suku bunga turun diharapkan bisa mendorong kredit pemilikan rumah (KPR).

Ini situasi yang menantang juga buat Metland. Tapi, proyek Metland ini kebanyakan ditujukan untuk end user bukan spekulan. Jadi, saya yakin dengan berbagai trik promosi, target yang telah ditetapkan bisa tercapai. Trik promosi yang diterapkan juga biasanya menyesuaikan dengan situasi di setiap lokasi proyek.

Misalnya, ada promosi pembelian unit disertai bonus kulkas. Namun, pelanggan inginnya bonus air conditioner (AC). Nah, SDM di Metland ini harus bisa mengambil keputusan secara cepat, namun terukur. Karena kalau tidak cepat, pelanggan pasti akan lari ke yang lain. Begitulah pasar di properti end user ini.

 

Perkuat proyek

Selain strategi marketing yang jitu dan tepat sasaran, strategi lainnya adalah mengembangkan proyek yang sudah ada dan yang baru. Prinsip pembangunan yang dilakukan Metland yang utama adalah punya desain yang fungsional. Boleh artistik, tapi tetap bermanfaat. Misalnya, tangga yang ada di unit Metland itu tidak berbelok-belok. Karena orang kalau sudah usia 50 tahun, tidak akan bisa naik.

Pengembangan proyek yang sudah ada, misalnya untuk di Metland Cibitung, akan dikembangkan pembangunan proyek komersial, berupa mall. Selain itu juga pengembangan residensial di kawasan tersebut. Karena lahan Metland di situ cukup luas, area perumahan seluas 400 hektare (ha). Penjualannya juga sangat bagus. Apalagi dengan baru-baru ini diresmikannya stasiun Kereta Api Telaga Murni Metland.

Adanya stasiun ini membuat pasar kami menjadi semakin luas. Bukan hanya untuk orang di sekitar Bekasi, Cibitung atau Cikarang saja, tapi juga sampai ke pekerja di Jakarta. Karena jalur kereta ini sampai Tanah Abang, bahkan bisa menuju Bogor juga.

Untuk pengembangan proyek baru misalnya, Metland ingin kembangkan properti di Kertajati, dekat bandara. Kemudian, proyek komersial di Bali, yakni Royal Venya Villa dan Hotel Bali. Harapannya, Metland jadi perusahaan properti, mungkin bukan yang terbesar, tapi terkemuka dan tepercaya.

Thomas Johannes Angfendy
Chief Executive Officer Metland


Reporter: Merlinda Riska

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0035 || diagnostic_web = 0.1982

Close [X]
×