kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.960
  • EMAS705.000 1,15%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Kita era digital, tapi industrinya tradisional

oleh Guntur Putra - President & CEO PT Pinnacle Persada Investama


Selasa, 23 April 2019 / 16:08 WIB

Kita era digital, tapi industrinya tradisional
ILUSTRASI. Guntur Surya Putra, Dirut PT Pinnacle Persada Investama

KONTAN.CO.ID - Meski usianya baru 3,5 tahun, perusahaan manager investasi (MI) PT Pinnacle Persada Investama telah berhasil menelurkan 18 reksadana dan mengumpulkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) senilai Rp 4,5 triliun.

Seperti apa strategi bisnisnya? Guntur Putra, President & CEO PT Pinnacle Persada Investama mengungkapkannya kepada jurnalis KONTAN, Asnil Bambani Amri.

Setelah tamat SMA di Jakarta, saya mendapat beasiswa di Arizona State University dengan jurusan computer science.

Kemudian, saya meneruskan kuliah S2 di University of Michigan di jurusan financial engineering. Setelah itu, saya bekerja di Wall Street, sebagai analis di BlackRock, salah satu perusahaan manager investasi terbesar di dunia.

Dari situlah, saya bertemu Andri Yauhari, yang saat itu bekerja di Deutsche Bank AG New York dan Indra M. Firmansyah bekerja di UBS New York.

Kami bertiga mendirikan PT Pinnacle Persada Investama. Semangat kami adalah, apa yang kami lakukan di New York ingin kami lakukan juga di Indonesia.

Kami melihat ada banyak perbedaan industri finansial di New York dan Indonesia, baik kompetensi, expertise, dan lain-lain. Ini yang membuat kami balik ke Indonesia. Tahun 2010, saya berhenti di BlackRock dan kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, saya bukan siapa-siapa. Meski punya pengalaman kerja di perusahaan prestisius, itu bukan jaminan bisa diterima di Indonesia.

Maka itu, kami memulainya dari nol, apalagi saya tidak punya jaringan. Kami mulai tahun 2011, dengan melakukan riset finansial.

Setelah itu, kami membantu investor yang ingin berinvestasi di Indonesia, juga membantu beberapa perusahaan manager investasi (MI) ternama.

Karena rekam jejak sudah kelihatan, baru kami mendirikan Pinnacle Investment pada tahun 2015.

Karena saya berpengalaman menerapkan quantitative investment di New York, saya juga menerapkan strategi ini di Indonesia.

Investasi kuantitatif adalah gabungan dari advanced mathematic, statistik, dan computational methodology. Intinya, kita sudah di era digital, tapi industrinya tradisional.


Reporter: Asnil Bambani Amri
Editor: Mesti Sinaga

TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0461 || diagnostic_web = 0.2377

Close [X]
×