kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.185
  • SUN95,68 0,05%
  • EMAS667.500 0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Komitmen bangun kepercayaan

oleh Christian Wirawan Wanandi - CEO PT Asuransi Wahana Tata

Senin, 21 Januari 2019 / 15:14 WIB

Komitmen bangun kepercayaan
ILUSTRASI. Christian W. Wanandi, Dirut PT Asuransi Wahana Tata

KONTAN.CO.ID -  Pertumbuhan bisnis asuransi masih lesu. Sebagai generasi kedua, Christian Wirawan Wanandi, CEO PT Asuransi Wahana Tata (Aswata), bertugas mengembangkan dan menjaga reputasi perusahaan yang didirikan ayahnya itu.

Kepada Jurnalis Kontan Putri Werdiningsih, Christian mengungkapkan strateginya untuk membesarkan Aswata sekaligus menjaga kepercayaan nasabah dan karyawan.

Saya langsung berkecimpung di bidang asuransi begitu lulus dari Universitas Northeastern, Boston, Amerika Serikat. Yang menyuruh masuk ke bisnis ini kebetulan  langsung ayah saya Rudy Wanandi, yang juga founder PT Asuransi Wahana Tata (Aswata). Waktu itu tugas saya, ya masih bantu-bantu saja.

Sebelum bergabung di Aswata, sekitar 8 tahun saya sempat bekerja di anak perusahaan yang membidangi asuransi jiwa, namanya PT Asuransi Winterthur Life Indonesia. Di perusahaan ini, saya menjabat sebagai alternative distribution channel & broker director.

Baru pada 2009 saya mendapatkan kepercayaan sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Asuransi Wahana Tata. Saat itu saya baru masuk ke induk, dan langsung menjadi CEO.

Ayah saya memberikan amanat agar saya mengembangkan perusahaan sekaligus menjaga reputasi perusahaan. Karena perusahaan ini kan sudah lumayan lama. Tahun depan usianya sudah 55 tahun.

Begitu masuk perusahaan ini, saya melakukan pemetaan bagaimana kemungkinan mengembangkan bisnis yang ada, khususnya asuransi umum. Saya mencari apa bisnis yang bisa dikembangkan atau yang bisa difokuskan lagi.

Tentu cara berbisnis di asuransi jiwa ke asuransi umum agak beda. Dari yang sebelumnya di anak perusahaan sebagai direktur, terus ke induk sebagai CEO, perubahannya cukup besar. Apalagi budayanya juga beda. Winterthur adalah perusahaan joint venture, sedang Aswata adalah bisnis lokal.

Pada bulan pertama masuk Aswata ada appetizer gempa Padang. Kalau enggak salah, September 2009. Kami harus mengirim tim dari kantor pusat untuk melakukan verifikasi klaim dan untuk membantu di Padang.

Kami memikirkan bagaimana dengan nasib karyawan di sana, sementara bisnis harus tetap beroperasi.

Tetapi kami bersyukur, kurang dari setahun, semua klaim sudah lunas. Lumayan besar klaim yang kami bayar, jumlahnya sampai Rp 300 miliar. Selama saya memimpin, itu klaim yang paling besar.

Tugas berat penerus

Saya menjadi CEO pada umur 32 tahun. Proses penyesuaian memang enggak lama. Saya terus berjalan sambil belajar, dan  menghadapi semua persoalan satu per satu.


Reporter: RR Putri Werdiningsih
Editor: Mesti Sinaga

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0465 || diagnostic_web = 0.3574

Close [X]
×