kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%

Kuncinya: Membangun Nilai Perusahaan

oleh Arif Patrick Rachmat - CEO PT Triputra Agro Persada

Senin, 08 Oktober 2018 / 14:08 WIB

Kuncinya: Membangun Nilai Perusahaan
ILUSTRASI. Arif Patrick Rachmat

Sejak awal tahun 2018 industri kelapa sawit di tanah air menghadapi tekanan penurunan harga. Berbagai kondisi nyatanya tak mampu mengangkat harga jual minyak sawit mentah.

Kepada jurnalis Kontan Putri Werdiningsih, Arif Patrick Rachmat, Chief Executive Officer (CEO) PT Triputra Agro Persada berbagi pengalaman menghadapi gejolak harga ini. 

Meski telah merantau selama 15 tahun ke Amerika Serikat (AS), akhirnya saya memutuskan pulang ke Indonesia.

Saya tahu, saya pasti balik ke Indonesia, karena akar keluarga kami cukup kuat. Pada akhir tahun saya 2004 kembali ke Jakarta. Padahal waktu itu saya sedang bekerja di General Electric dan sedang mengikuti Operation Management Leadership Program (OMLP).

Di Indonesia ada kesempatan bagi keluarga kami untuk membeli perusahaan dengan ekuitas yang kecil, tetapi nilainya besar yaitu Adaro Energy. Saya membantu transaksinya selama 4 bulan bersama Thomas Lembong dan Patrick Waluyo. Transaksi berjalan mulus.

Setelah itu, saya pikir harus memulai usaha sendiri. Waktu itu di bulan April 2005. Saya mendapatkan dana dari dividen PT Adaro.

Sisanya mengandalkan bisnis penjualan motor Honda. Kebetulan keluarga punya lisensi dari Astra untuk menjual motor Honda di Jawa Barat. Kami juga bermitra dengan Pak Benny Subianto (pemilik Persada Capital Investama yang juga pendiri Triputra).

Tujuh tahun bekerja di General Electric, saya nyaris tanpa pengalaman di bidang sawit. Pak Bennylah yang lalu membantu saya. Beliau sudah berpengalaman dan membangun Astra Agro Lestari dengan modal dengkul.

Untungnya, Pak TP Rachmat selalu mengajarkan hal-hal yang prinsipil. Seperti ketika bermain tenis ada forehand dan backhand. Forehand itu strategi dan backhand itu eksekusi.

Kemudian, hal penting lain adalah sistem. Kalau kita bertumpu pada orang, tanpa ada sistem, ketika orangnya pindah, bisnis bisa ambruk.

Saya pertama kali masuk Triputra Agro Persada (TAP) sebagai salah satu direktur. Pada awal-awal berdiri, perusahaan ini banyak jatuh bangun.

Yang paling susah menurut saya adalah saat membuat organisasi. Dulu kami banyak merekrut orang dari perusahaan lain. Tapi hasilnya masing-masing individu punya ego dan cara kerja sendiri-sendiri.

Dari situlah saya benar-benar belajar merekrut orang. Kemudian mendidik mereka seperti mendidik anak sendiri.

Saya memberikan pendampingan hingga membentuk team work. Bagi saya, karyawan itu sangat penting. Apalagi kalau di kebun, mengawasi orang di kebun kan susah.

Saya mendapatkan kenyataan bahwa kebanyakan pemimpin yang berpotensi ternyata tidak harus berasal dari industri kelapa sawit. Orang dari pabrik juga bisa memimpin.

Orang perkebunan kebanyakan terbiasa bertutur kata kasar dan menerapkan pengelolaan manajemen dengan hukuman. Karena itulah, kami mulai mengajari mereka  untuk memimpin dengan hati. Proses ini yang membutuhkan waktu.


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0578 || diagnostic_web = 0.2984

Close [X]
×