kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Mengawal infrastruktur agar teratur

oleh Armand Hermawan - CEO PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia

Senin, 10 Desember 2018 / 16:02 WIB

Mengawal infrastruktur agar teratur
ILUSTRASI. Armand Hermawan

KONTAN.CO.ID -  Pemerintah lewat Kementerian Keuangan sengaja membentuk PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Direktur Utama PT PII Armand Hermawan, kepada jurnalis KONTAN Francisca Bertha, membeberkan strateginya agar PII mampu mengawal pembangunan infrastruktur selesai tepat waktu.

Kesenjangan antara kebutuhan dan investasi infrastruktur (infrastructure investment gap) di Indonesia saat ini melebihi Rp 10.000 triliun. Karena itu tidak ada alasan bagi kami, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), untuk bersantai atau bekerja seperti pelaku bisnis biasanya.

Makanya, ketika mendapatkan mandat untuk memegang jabatan ini, akhir 2017 lalu, saya diminta mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, baik dari aspek kuantitas, kualitas, berkesinambungan, tapi juga tetap harus menjaga governance.

Kinerja PII di tahun 2017, sebenarnya cukup bagus karena mampu melanjutkan kinerja tahun-tahun sebelumnya dan memenuhi harapan pemegang saham, serta pencapaian melebihi standar yang ditargetkan.

Kala itu, proyek yang dijamin mayoritas di sektor jalan tol. Tapi pada akhir 2017, kami mulai melebarkan sayap ke sektor lainnya, terutama sektor sosial.
Ada beberapa amanat yang disematkan kepada saya.

Pertama, saya harus bisa menjaga keberlangsungan proyek yang sudah pipeline, dan melakukan lebih banyak kesepakatan baru. Yang terpenting fokus pada jumlah proyek.

Saya mempercepat mandat perusahaan yang jika mengacu pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) akan mulai dilaksanakan pada 2020, tetapi kami percepat menjadi 2018.

Mandat yang dimaksud adalah menyiapkan dan pendampingan transaksi proyek kerjasama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Jadi, misalnya  kami mulai melakukan pendampingan dalam studi kelayakan sebelum proyek itu dilakukan, sampai proses lelang, dan penandatangan KPBU.

Kedua, pemegang saham meminta saya mengambil peluang bisnis penjaminan non-KPBU misalnya menjamin pinjaman,  dan obligasi BUMN yang nilai proyek lebih dari US$ 500 juta.

Ketiga, tugas kami meningkatkan standar kompetensi karyawan KPBU dengan sertifikasi berstandar internasional yang disponsori oleh Multilateral Development Bank (MDB), seperti World Bank Group (WBG), Islamic Development Bank (IDB), European Bank for Reconstruction and Development (EBRD).

Keempat adalah menjaga governance perusahaan. Artinya, sebagai BUMN harus membangun kepemimpinan yang punya kredibilitas.
Target 7 Proyek.


Reporter: Francisca Bertha Vistika
Editor: Mesti Sinaga

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.1043 || diagnostic_web = 0.4032

Close [X]
×