kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.185
  • SUN95,68 0,05%
  • EMAS667.500 0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Novie Riyanto Rahardjo, Dirut Airnav Indonesia: Keselamatan harus menjadi roh bisnis

oleh Novie Riyanto Rahardjo - Direktur Utama Airnav Indonesia

Senin, 04 Februari 2019 / 15:46 WIB

Novie Riyanto Rahardjo, Dirut Airnav Indonesia: Keselamatan harus menjadi roh bisnis
ILUSTRASI. Novie Riyanto, Direktur Perum LPPNPI (AirNav)

KONTAN.CO.ID -  Saya bergabung di Airnav Indonesia sejak Maret 2017. Saat itu, saya menjadi Direktur Navigasi di Kementerian Perhubungan. Saya mendapat perintah untuk pindah memimpin Airnav.

Proses kepindahan dari Kementerian Perhubungan mulai dari pencalonan, seleksi, kemudian fit and proper test berlangsung sekitar 2–3 bulan.

Waktu ditunjuk saya mendapat amanah dari pemerintah untuk melakukan pembenahan total dari sisi pelayanan, terutama keselamatan, kapasitas dan konektivitas.

Selain itu, juga diminta solid bekerjasama dengan stakeholder, baik maskapai maupun operator bandara.

Pekerjaan sebagai direktur utama sangat berbeda dari pekerjaan lama saya. Di Kementerian Perhubungan saya membuat regulasi dan mengawasi jalannya regulasi. Nah, setelah di sini saya menjalankan regulasi itu secara nyata.

Awalnya agak berat. Begitu masuk sini, saya membaca semua aturan mainnya, mulai dari laporan keuangan, standard operation procedure (SOP), hingga tupoksi direksi. Saya targetkan dalam sebulan sudah bisa mengejar ketertinggalan.

Sebagai usaha non profit, kami tidak dikejar untuk membukukan laba, tetapi harus fokus ke pelayanan. Ini amanah Undang-Undang.

Airnav Indonesia adalah perusahaan milik negara yang kepemilikannya tidak boleh dibagi, sehingga kami melakukan monopoli. Tidak ada yang bisa memberikan pelayanan navigasi selain Airnav.

Kami mengenakan biaya sesuai tingkat pelayanan. Semua pendapatan dari end user digunakan kembali untuk melakukan pelayanan kepada mereka.  Pokoknya pendapatan dan biaya harus seimbang.

Selama memimpin Airnav saya membagi dua keputusan besar. Pertama meningkatkan kapasitas di bandara padat; Kedua memperluas konektivitas di bandara terluar.

Ini bukan main usahanya.  Kami harus memberikan gambaran menyeluruh ke Air Traffic Controller (ATC), meningkatkan kemampuan mereka, dan mengelola sistem manajemen yang baik.


TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0474 || diagnostic_web = 0.2985

Close [X]
×