kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Orang butuh koneksi stabil dan on terus


Selasa, 03 September 2019 / 13:37 WIB

Orang butuh koneksi stabil dan on terus

KONTAN.CO.ID - Di era revolusi industri 4.0 internet merupakan kebutuhan utama bagi setiap orang. Akibatnya, banyak pula pebisnis yang terjun sebagai penyedia jasa layanan internet. CEO PT Supra Prima Nusantara (Biznet) Adi Kusma memaparkan kepada Wartawan KONTAN Merlinda Riska, strateginya untuk bisa memenangkan persaingan pasar di industri ini.

Tahun 2000 sewaktu mendirikan Biznet, saya melihat internet adalah hal yang baru di Indonesia. Pada saat itu, yang membutuhkan internet hanya kantor atau perusahaan saja. Maka itu, nama perusahaan ini adalah Biznet, yang maksudnya adalah internet untuk bisnis atau korporasi.

Layanan Biznet pada waktu awal berdiri berbasis teknologi wireless dan in-building ethernet sebagai jalur distribusi layanan internet. Pada masa itu, pengguna yang memanfaatkan jaringan wireless publik adalah yang menggunakan perangkat laptop atau notebook.

Seiring berjalannya waktu, saya melihat ada perubahan kebiasaan masyarakat. Jumlah pengguna yang memanfaatkan jaringan wireless di area publik itu rata-rata menyambungkan smartphone, perangkat mobile-nya.

Dulu orang mau pasang internet mencari harga murah. Karena di benaknya, yang penting terkoneksi. Sekarang di mana semua orang sudah terkoneksi, peran internet menjadi krusial. Orang zaman sekarang kalau tidak terkoneksi internet itu meriang. Artinya, koneksi internet ini harus bisa stabil, harus bisa nyala alias on terus.

Untuk bisa terus hidup itulah, layanan internet butuh konfigurasi dan kehandalan yang jauh lebih baik. Koneksi internet yang stabil dan hidup terus inilah yang ditawarkan Biznet.

Adanya tren tersebut juga membuat pasar Biznet semakin luas. Biznet merambah ke segmen ritel, yakni perumahan dan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM). Maka itu, sejak tahun 2005, saya mengganti teknologi internet Biznet dengan menggunakan kabel fiber optic. Karena teknologi kabel fiber optic yang Biznet tanam sendiri di bawah tanah itu lebih stabil.

Secara bisnis, Biznet tumbuh cukup stabil dan bagus. Ini karena sejak awal memang segmen yang dibidik Biznet adalah segmen premium. Segmen premium ini lebih memilih kualitas koneksi jaringan yang stabil. Dan terbukti, sekarang semua orang membutuhkan kestabilan koneksi internet.

Dengan kekuatan produk yang dimiliki Biznet serta segmen pasar, saya tidak khawatir dengan persaingan di industri ini.

 
Sambung semua kota

Visi dan misi Biznet di era revolusi industri 4.0 ini adalah menghubungkan semua kota di Indonesia. Saya ingin bisa memberikan layanan yang sama untuk semua kota di Indonesia. Pada awal berdiri, jangkauan Biznet hanya ada di Jakarta dengan jumlah tim 10 orang.

Kini, Biznet telah tumbuh bersama dengan kurang lebih 2.500 karyawan. Untuk bisa mewujudkan visi dan misi itu, perlu didukung oleh kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Proses bekerja dan pengambilan keputusan pun tidak boleh kaku. Karena perkembangan internet itu sangat cepat lajunya.

Wisdom saya dalam memimpin perusahaan ini adalah pemimpin harus bisa memberikan contoh. Pemimpin harus mau turun ke lapangan dan harus bisa memberikan solusi. Seorang pemimpin tidak bisa sekedar asal suruh dan perintah.

Maka itu, saya senantiasa bolak-balik ikut keliling Jawa. Karena wujud dari implementasi misi kami itu adalah, Biznet bukan hanya hadir di kota tier satu, tapi juga di tier dua dan tier tiga.

Namun, untuk menanam sendiri jaringan kabel fiber optic tentu bukan hal yang mudah dan murah. Jadi, harus dilihat secara seksama apakah masyarakatnya benar-benar butuh dan siap.

Sekarang, saya rasa untuk beberapa kota kabupaten di Indonesia, layanan internet ini dalam skala bisnis sudah masuk. Karena zaman sekarang, perumahan, sekolah dan rumah sakit juga butuh internet.

Sekolah butuh untuk ujian berbasis komputer. Rumah sakit butuh untuk terhubung dengan jaringan BPJS Kesehatan. Nah, kedua segmen ini juga dilirik oleh Biznet.

Hingga saat ini, Biznet telah memasang 32.000 kilo meter (km) kabel fiber optic di 115 kota. Dari jumlah ini, Biznet memiliki kabel internet yang siap dan sudah tersambung ke rumah-rumah atau disebut dengan homepass mencapai 325.782 homepass.

Target tahun ini, Biznet ingin panjang kabel fiber optic menjadi 34.000-35.000 km dan homepass bisa bertambah 100.000 homepass.

Untuk kota selanjutnya, Biznet saat ini sedang menyelesaikan pembangunan di beberapa kota, seperti Pontianak dan Tasikmalaya. Ke depannya, jumlah kota tentu akan terus bertambah hingga menjangkau seluruh nusantara.

Adi Kusma
CEO PT Supra Prima Nusantara (Biznet)


Reporter: Merlinda Riska
Editor: Tri Adi

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0024 || diagnostic_web = 0.2573

Close [X]
×