kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS876.000 -1,35%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Pasar mobil premium masih bagus


Senin, 04 Maret 2019 / 15:40 WIB
Pasar mobil premium masih bagus

Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Mesti Sinaga

KONTAN.CO.ID -  Awalnya, Eurokars hanya salah satu diler dari Mazda. Sampai akhirnya pada Februari 2017, Eurokars Motor Indonesia (EMI) ditunjuk sebagai agen pemegang merek Mazda di Indonesia.

Eurokars dipercaya karena kinerjanya sudah terbukti memegang  Mazda di Singapura, yaitu bisa meningkatkan penjualan Mazda dari 300 per tahun menjadi 8.000 per tahun dalam waktu lima tahun.

Nah, di Februari 2017 itulah, saya dipercaya untuk memimpin EMI. Saya diharapkan untuk bisa meningkatkan penjualan Mazda dan tentunya memperbaiki image Mazda di Indonesia.

Saya memang belum memiliki pengalaman di dunia otomotif. Maklum saja, sebelum bergabung dengan Mazda, saya 26 tahun bergelut di perusahaan perbankan.

Kalau dulu saya jualan duit, sekarang jualan mobil. Dulu saya menawarkan kredit atau tabungan ke nasabah. Saat itu, saya harus memastikan bahwa bank saya itu sehat.

Sebenarnya di otomotif juga sama. Saya harus jualan, tapi lebih ke produk berupa mobil. Saya lebih senang memimpin bisnis ini karena saya melihat mobil itu punya desain dan fungsinya yang terus berkembang, sehingga industri ini lebih dinamis.

Budaya saat di perbankan sebenarnya saya terapkan juga di Mazda, terutama budaya disiplin dan kepatuhan pada regulasi. Yang terpenting buat saya, saya bisa jadi pemimpin yang terbuka dan mau mendengarkan masalah karyawan saya.

Makanya, kantor kami dibuat terbuka alias tidak ada sekat-sekat. Kami juga mengedepankan kerja tim. Tidak hanya dengan tim di kantor ini, tetapi juga dengan diler-diler.

Saat ini, saya punya 70 karyawan saja. Dengan jumlah yang sedikit itu, sebenarnya asas kekeluargaan lebih terasa. Ini berbeda ketika saya di perbankan yang jumlah karyawannya banyak dan cabangnya di mana-mana. Sulit untuk mengenal satu sama lain.

Harapan saya untuk karyawan di sini sebenarnya sederhana saja. Mereka harus tahu soal mobil dan punya passion di dunia otomotif.

Barulah yang paling penting dapat bekerja bersama tim. Bersama tim inilah, saya harus berusaha membenahi Mazda secara eksternal dan internal.



TERBARU

[X]
×