Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Karier Rudy Basyir Ahmad di industri keuangan tidak dibangun dalam satu garis lurus. Perjalanan Direktur Keuangan sekaligus Direktur Unit Usaha Syariah Permata Bank ini justru ditempa oleh pengalaman hidup yang beragam, mulai dari masa kecil berpindah negara hingga mengungsi saat perang.
Di ruang kerja, Rudy dikenal sebagai sosok yang terbuka dan mudah berdiskusi, jauh dari kesan kaku yang sering dilekatkan pada seorang direktur bank. “Banyak orang pertama kali melihat saya, wah ini direktur, pasti kaku banget. Padahal saya orangnya cair saja,” ujarnya belum lama ini kepada KONTAN.
Rudy bergabung dengan Permata Bank pada 2023 dan langsung memegang dua tanggung jawab strategis: Direktur Keuangan dan Direktur Unit Usaha Syariah. Kepercayaan ganda ini, menurutnya, merupakan hasil dari perjalanan lebih dari dua dekade di industri keuangan.
Baca Juga: Permata Bank Optimistis Kredit Tumbuh Positif di 2026, Ini Sektor yang Diincar
Rudy lahir dalam keluarga diplomat Indonesia. Masa kecilnya dihabiskan berpindah-pindah negara mengikuti penugasan orang tuanya. Perubahan lingkungan, bahasa, dan budaya menjadi bagian dari keseharian.
Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi pada 1989 ketika Irak menginvasi Kuwait. Saat itu Rudy dan keluarganya harus mengungsi dan berlindung di Kedutaan Besar Indonesia selama hampir dua bulan sebelum menyeberangi perbatasan.
“Kalau ingat perbatasannya penuh orang dan chaos, itu pengalaman yang tidak terlupakan,” kenangnya.
Pengalaman tersebut meninggalkan trauma. Selama beberapa tahun setelah kembali ke Indonesia, suara helikopter kerap membuatnya cemas. Namun dari pengalaman sulit itu, Rudy juga belajar tentang ketahanan dan keyakinan.
“Kalau kita percaya, banyak hal yang kita anggap tidak mungkin ternyata bisa terjadi,” katanya.
Baca Juga: Permata Bank Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp 30,1 Triliun pada 2025
Menariknya, karier Rudy di perbankan bukan rencana awal. Saat kuliah ia justru mengambil jurusan sistem informasi dan teknologi, karena melihat potensi besar perkembangan digital pada awal 2000-an.
“Waktu itu saya melihat technology will be the next big thing,” ujarnya.
Setelah lulus pada 2000, kesempatan tak terduga datang setahun kemudian ketika ia mendapat tawaran magang di sebuah bank di Amsterdam, Belanda. Di sana ia mengembangkan aplikasi berbasis sistem informasi untuk mendukung sistem manajemen risiko bagi bank-bank Indonesia.
Dari proyek itulah ketertarikannya pada industri perbankan mulai tumbuh. Ia mempelajari berbagai konsep manajemen risiko yang saat itu telah diterapkan di bank-bank Eropa, termasuk standar Basel.
“Di situ saya mulai sadar, kerja di bank itu ternyata sangat menarik,” katanya.
Karier panjang di perbankan
Sekembalinya ke Indonesia, Rudy memutuskan berkarier di industri perbankan. Pada 2003 ia bergabung dengan Citibank Indonesia dan menghabiskan hampir dua dekade di sana.
Selama 17 tahun, ia menapaki berbagai posisi hingga akhirnya dipercaya menjadi Chief Financial Officer (CFO). Pencapaian itu menjadi tonggak penting karena Rudy merupakan profesional lokal pertama yang menduduki posisi tersebut.
“Saya orang lokal pertama yang dipercaya menjadi CFO untuk Indonesia. Sebelumnya posisi itu selalu dipegang ekspatriat,” ujarnya.
Baca Juga: Permata Bank Targetkan Kredit Konsumer Tumbuh 10% pada 2026
Pada 2020 Rudy membuat keputusan yang cukup mengejutkan. Ia meninggalkan perbankan konvensional dan bergabung dengan GoTo Financial untuk mempelajari ekosistem teknologi finansial.
“Saya ingin melihat sisi lain dari industri keuangan, yaitu fintech, yang lebih cepat dan inovatif,” jelasnya.
Di perusahaan yang mengelola layanan seperti GoPay dan payment gateway tersebut, ia merasakan perbedaan budaya kerja yang signifikan. Jika perbankan menekankan kehati-hatian dan tata kelola ketat, fintech cenderung bergerak lebih agresif dengan fokus pada pertumbuhan.
Pengalaman di dua ekosistem itu memperkaya perspektifnya tentang transformasi industri keuangan.
Ketika menerima tawaran bergabung dengan Permata Bank pada 2023, Rudy menilai bank tersebut memiliki fundamental yang kuat serta budaya kolaborasi yang sesuai dengan nilai yang ia pegang.
Tak lama setelah bergabung, ia juga diminta memimpin Unit Usaha Syariah (UUS) di samping perannya sebagai Direktur Keuangan.
Rudy mengakui latar belakangnya bukan dari bidang syariah. Namun ia memilih mengatasinya dengan pendekatan kolaboratif.
Baca Juga: Permata Bank Economic Outlook 2026: Memetakan Arah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
“Saya banyak berdiskusi dengan compliance, Dewan Pengawas Syariah, dan tim yang memahami syariah supaya keputusan yang diambil tetap holistik,” ujarnya.
Kontribusi utamanya, kata Rudy, adalah memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan efisiensi proses bisnis di unit tersebut.
Seiring perjalanan kariernya, pandangan Rudy tentang kesuksesan juga berubah. Jika dulu kesuksesan identik dengan promosi atau pencapaian target, kini ia melihatnya dari dampak yang diberikan kepada orang lain.
“Sukses buat saya sekarang adalah bagaimana saya bisa memberi hal-hal positif kepada sekitar, baik ke tim, perusahaan maupun keluarga,” katanya.
Pengakuan industri pun datang. Rudy masuk dalam daftar Top 100 Future Leaders selama dua tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025. Namun ia menilai penghargaan tersebut lebih sebagai dorongan untuk membangun kepercayaan dari para pemangku kepentingan.
Di luar pekerjaan, Rudy adalah ayah dari dua putri. Ia memilih konsep “work-life integration” untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga.
Setelah Maghrib, ia biasanya pulang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, lalu melanjutkan pekerjaan dari rumah jika masih ada yang harus diselesaikan. Akhir pekan sepenuhnya didedikasikan untuk keluarga.
Ia juga tidak memaksakan anaknya mengikuti jejak di industri perbankan. Menurutnya, dunia kerja terus berubah, terutama di era kecerdasan buatan.
“Saya ingin anak saya mengeksplorasi peluang yang ada sekarang dan ke depan, baru kemudian kita diskusikan bersama,” ujarnya.
Baca Juga: Bank Permata Cetak Laba Bersih Rp 3,58 Triliun di Tahun 2025
Di Permata Bank, Rudy memiliki dua tujuan utama. Pertama, memperkuat organisasi keuangan yang lebih kolaboratif dengan tata kelola yang solid dan proses bisnis yang efisien.
Kedua, membangun bisnis syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Saya ingin meninggalkan Permata Bank Syariah yang lebih kuat, pertumbuhannya sustainable, dan bisa merangkul semua lapisan masyarakat. Karena syariah itu untuk semua,” katanya.
Perjalanan Rudy Basyir Ahmad, dari anak diplomat yang pernah mengungsi di tengah konflik hingga menjadi pemimpin keuangan di salah satu bank besar Indonesia, menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi bukan sekadar bertahan, tetapi juga menjadi fondasi untuk terus bertumbuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













