kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45957,11   6,96   0.73%
  • EMAS989.000 9.409,62%
  • RD.SAHAM -1.34%
  • RD.CAMPURAN -0.36%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.03%

Selagi masih berkhayal, radio tidak akan mati


Kamis, 01 Agustus 2019 / 09:55 WIB
Selagi masih berkhayal, radio tidak akan mati


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Tri Adi

Pantang dicucikan oleh pembantu
 
Rutinitas pekerjaan yang sangat padat ternyata tak membuat CEO PT Mahaka Radio Integra Tbk, Adrian Syarkawi, lupa akan hobinya. Meski kini sudah tak punya banyak waktu untuk berolahraga, tetapi ayah dua orang anak ini tetap menyempatkan diri menonton pertandingan sepak bola tim favoritnya.

Adrian merupakan fans garis keras Manchester United (MU). Ia mulai menjadi The Red Army sejak Eric Cantona masih bermain di sana. Namun, yang paling diidolakannya adalah pelatih MU, Alex Ferguson.

Demi menonton pertandingan MU, bos MARI ini pernah rela bolak balik Jakarta-Inggris dalam waktu singkat. Itu terjadi di tahun 2017, saat pertandingan big match MU melawan Liverpool. Saya pernah pagi baru sampai Old Trafford, lalu malamnya nonton pertandingan, lantas keesokan harinya sudah kembali lagi ke Jakarta, kenangnya.

Tak hanya menonton pertandingan, tapi sejak 5 tahun lalu, Adrian mulai berburu pernak-pernik Setan Merah. Di rumahnya, ada lemari besar khusus untuk menyimpan hasil buruannya dari berbagai tempat. Jika tak sempat membeli langsung di Old Trafford, biasanya ia memilih membeli pernak pernik secara online di MU Official Store.

Ada dua koleksi yang paling disayanginya, yaitu cincin kejuaraan dan sepatu MU yang hanya dijual di Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Adrian berusaha keras bisa memboyong sepatu itu ke tanah air. Prosesnya sekitar 2 bulan3 bulan, cetusnya.

Berkat MU pula, kini Adrian juga menjadi kolektor sneakers. Setiap ada merek sepatu yang menjadi sponsor Setan Merah, ia pasti akan membeli sneakers keluaran merek tersebut. Selalu seperti itu setiap kali terjadi pergantian sponsor.

Kecintaannya pada MU juga tecermin dari keseharian bos MARI ini. Setiap hari, pasti ada saja atribut MU yang melekat di tubuhnya, entah itu jersey, kemeja, ikat pinggang, jam tangan, atau sepatu. "Biaya koleksi ini mahal, karena itu saya enggak bolehin dicuci sama pembantu. Semuanya harus laundry, takut risiko rusak," paparnya.

Untuk koleksi sneakers, pria yang berulang tahun setiap 9 Agustus ini sudah sempat mendapatkan peringatan dari sang istri. Soalnya, koleksi sneakers-nya sudah terlalu banyak. Untungnya, hobi mengumpulkan pernak-pernik MU masih mendapat dukungan penuh keluarga. Setiap ulang tahun, pasti anak dan istrinya akan memberikan kado atribut MU.

Meski memiliki dua jagoan yang juga penggemar bola, ternyata hobinya mengoleksi atribut MU tak bisa diwariskan. Pasalnya, dua anak Adrian bukan fans MU. "Mereka lebih mengidolakan klub sepak bola asal Spanyol dan Italia. Di rumah, cuma saya sendiri yang suka MU," tutupnya.

Putri Werdiningsih




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×