kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Strategi menerapkan efisiensi dan inovasi

oleh Dendy Kurniawan - Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk

Senin, 25 Maret 2019 / 17:05 WIB

Strategi menerapkan efisiensi dan inovasi
ILUSTRASI. Dendy Kurniawan, Chief Executive Officer AirAsia

KONTAN.CO.ID -  Persaingan industri penerbangan kian ketat dan tertekan dengan biaya operasional. Tiap perusahaan harus menyiapkan rencana yang matang agar tetap bisa menghasilkan margin yang maksimal. 

Kepada jurnalis KONTAN, Francisca Bertha Vistika, Dendy Kurniawan, CEO AirAsia Indonesia menceritakan langkah efisiensi dan inovasi yang dilakukan AirAsia Indonesia agar tetap bisa bertumbuh.

Awal saya bergabung dengan AirAsia tahun 2014. Kala itu, bisnis Air-Asia Indonesia ada dua, yakni AirAsia dan AirAsia X. Saya menjadi Chief Finance Officer AirAsia X, yakni penerbangan AirAsia jarak jauh.

Kemudian Desember 2014, saya dipercaya untuk menjadi CEO AirAsia X. Pada September 2016, saya ditunjuk menjadi CEO AirAsia, sekaligus waktu itu AirAsia dan AirAsia X digabung menjadi AirAsia Indonesia.

Mandat bagi saya saat itu sederhana, AirAsia di Malaysia dan Thailand sudah menguntungkan. Jadi tugas saya bagaimana bisa membuat AirAsia Indonesia untung dan menjadi perusahaan publik.

Akhirnya pada 2016, kami tutup dengan net operating profit dan akhir 2017 bisa menjadi perusahaan publik.

Hal pertama yang saya lakukan adalah memilih tim yang tepat. Kunci keberhasilannya adalah melakukan penunjukan orang dengan cara duduk bersama antara saya dan pemegang saham.

Dengan begitu, tim yang terbentuk membuat nyaman kedua belah pihak. Berbeda jika penunjukan hanya dari satu pihak, pasti pada akhirnya tidak akan berjalan baik.

Orang-orang yang menjadi tim saya harus punya chemistry (kecocokan) dengan saya. Itu yang paling utama. Buat saya, kalau kemampuan mereka standar tapi kami punya kecocokan, kami bisa berjalan bersama-sama.

Akan tetapi, jika mereka itu sangat pintar, tetapi tidak ada kecocokan dengan tim, pasti orang seperti itu akan berjalan semaunya sendiri.

Setelah membentuk tim, yang saya lakukan adalah menyesuaikan cara kepemimpinan saya. Saya menerapkan bahwa pemimpin harus punya kredibilitas dan berani memutuskan. Percuma jadi pemimpin bila tidak bisa konsekuen.

Berani memutuskan juga menurut saya penting. Bagi saya, tidak memutuskan sesuatu bisa jadi lebih rugi daripada memutuskan sesuatu yang pada akhirnya salah.

Dengan kompetisi yang sangat intens seperti ini, semua harus diputuskan cepat. Dengan catatan, parameternya harus lengkap dan jelas.

Ambil contoh, mau menentukan rute baru harus cepat. Jangan sampai pesaing kita sudah terbang, baru kita ambil keputusan.

Begitu saya memimpin, ada kebijakan yang saya ubah. Dari hal kecil, misalnya terkait rapat. Sebelum saya, rapat direksi dari pagi sampai sore dengan peserta sekitar 40 orang dari jajaran direksi hingga manajer. Menurut saya, itu tidak efektif.

Akhirnya, saya ubah menjadi dua jam saja yang rutin dilakukan seminggu sekali. Yang mengikuti rapat hanya direksi sekitar tujuh hingga delapan orang. Sebelum rapat, mereka harus membawa bahan dan masalah apa yang harus diputuskan.

Jadi, rapat direksi bukan untuk santai-santai dan brainstroming, melainkan menyampaikan masalah yang segera diputuskan.


Reporter: Francisca Bertha Vistika
Editor: Mesti Sinaga

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0482 || diagnostic_web = 0.2601

Close [X]
×