kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.455
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Waskita Realty tantangan baru bagi saya

oleh Tukijo - Chief Executive Officer PT Waskita Realty

Rabu, 15 Mei 2019 / 11:03 WIB

Waskita Realty tantangan baru bagi saya
ILUSTRASI. Tukijo, Direktur Utama PT Waskita Karya Realty

Berawal dari kuli bangunan, Tukijo mendapatkan kepercayaan menjadi chief executive officer (CEO) bisnis properti PT Waskita Realty, anak usaha PT Waskita Karya Tbk. Dalam dua tahun, Tukijo mendongkrak laba Waskita Realty hingga 277% menjadi Rp 168 miliar. Apa kiat bisnis dan rencananya ke depan? Tukijo membeberkannya ke jurnalis KONTAN, Asnil Bambani.

Saya mulai karier sebagai tukang bangunan sewaktu masih STM (SMK) di tanah kelahiran saya di Sukoharjo, Jawa Tengah. Saya bekerja jadi kuli bangunan sambil sekolah, selain itu saya juga menguasai tukang kayu. Setelah tamat sekolah, saya merantau ke Pontianak, Kalimantan Barat, ikut kakak.

Di sana saya bekerja di konsultan bangunan dan saat itu mengawasi proyek Waskita Karya. Mungkin karena melihat potensi saya, Waskita Karya merekrut saya menjadi staf di sana. Ada 10 tahun lamanya saya bekerja di Waskita Karya di Pontianak. Sambil kerja, saya kuliah jurusan teknik.

Setelah 10 tahun, Waskita Karya menugaskan saya ke Jakarta tahun 1992. Saat itu saya kaget karena saya berangkat dari daerah, dengan pengalaman sedikit. Di Jakarta saya ditugaskan menggarap proyek modern, gedung tinggi yang selama ini tidak pernah saya garap.

Selama tiga bulan saya mempersiapkan diri dan belajar bahasa Inggris. Di Jakarta saya menggarap proyek Hotel Shangri La dan BNI 46 di sebelahnya. Saat itu, saya menjabat pelaksana tugas (Plt) kepala seksi.

Saat krisis 1998 banyak proyek terhenti, dan saya memanfaatkan waktu kuliah dan mengambil S-2. Setelah itu saya ditugaskan ke daerah, menggarap stadion di Karimun dan pusat belanja Sun Plaza di Medan. Sempat ditarik ke Jakarta, untuk garap proyek Mall of Indonesia kemudian kembali ke Medan membikin Bandara Kualanamu.

Setelah itu, saya dipromosikan menjadi manajer kemudian kepala divisi, hingga pensiun di 2016. Usai pensiun saya dipercaya memimpin Waskita Realty, anak usaha Waskita Karya. Perusahaan ini berbeda dengan pengalaman saya di bidang rancang bangunan. Waskita Realty menggeluti bisnis properti, mulai dari beli lahan, bangun sampai menjualnya.

 
Belajar tak kenal usia

Menjadi Presiden Direktur Waskita Realty menjadi tantangan baru bagi saya yang minim pengalaman properti. Meski sudah usia pensiun, saya harus belajar dan saya kursus properti di Panangian dan di Jogja. Saya berusaha belajar properti itu dari A sampai Z.

Setelah belajar tiga bulan menyusun grand design bisnis Waskita Realty. Saya melakukan banyak perubahan termasuk perubahan mendasar di perusahaan. Pertama, saya melakukan reorganisasi. Saya merekrut anak muda sebagai supervisor dan merekrut dua direktur baru dari sebelumnya hanya tiga direktur. Saya memberi kesempatan yang muda, dan hasilnya memuaskan. Laba 2018 naik 277% jadi Rp 168,4 miliar, dari laba tahun saya masuk 2016 Rp 44,4 miliar.

Terobosan yang saya lakukan menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan kondisi saat ini. Saya memisahkan marketing dengan pengembangan dan menjadi satu direktorat masing-masing. Dengan demikian, marketing bisa fokus, begitu juga dengan pengembangan.

Saya juga mengubah suasana kerja perusahaan senyaman mungkin untuk karyawan. Jika dulu kantor mirip ruang kontraktor, sekarang sudah milenial dan nyaman. Saya menawarkan potensi strategi untuk internal dan saya tidak merekrut expert karena bisa menimbulkan kecemburuan sosial.

Saya punya pesan untuk bertanggung jawab dalam bekerja. Ini sulit tetapi inilah yang saya terapkan. Bertanggung jawab bukan hanya omongan tapi dilakukan sehari-hari. Saya sudah praktikkan dan hasilnya seperti ini, saya mendapat kepercayaan memimpin perusahaan.

Setelah 160 karyawan saya nyaman, barulah saya bikin target dan rencana bisnis. Lima tahun ke depan, kami punya tiga rencana bisnis. Pertama bisnis aero city di bandara. Kedua, bisnis transit oriented development (TOD) di sepanjang tol dan jalur kereta api. Ketiga, segmen bisnis apartemen dan office. Keempat, proyek perumahan termasuk perubahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

Kami ingin pendapatan nanti bisa menyebar dan tak lagi dominan dari apartemen dengan porsi 70%. Makanya kami mempersiapkan proyek lima tahun ke depan dengan target bisa menyetor 25% dari total laba induk PT Waskita Karya Tbk.

Proyek terbesar kami nanti ada di Bekasi, yaitu kota mandiri seluas 650 Ha. Saat ini, kami sudah kuasai 350 Ha dengan target pendapatan Rp 30 triliun. Proyek ini kami mulai 2022. Pendanaan mengandalkan kas internal, menerbitkan medium term note (MTN) dan pinjaman bank. Kami berharap, dalam lima tahun ke depan kami ingin ada dua atau tiga kota mandiri yang kami garap.


Reporter: Asnil Bambani Amri
Editor: Tri Adi

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0792 || diagnostic_web = 2.0856

Close [X]
×